Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

Dapat kulihat tatapan penuh cinta diantara keduanya, aku semakin menyadari kesalahanku kepada kedua mantan istriku. "Kamu tahu Fadil, kenapa Mas tidak mau mengurusi Al-Hikam?" "Enggak Mas. Kenapa memangnya?" "Saat Mas berusia lima belas tahun. Mas secara tidak sengaja menguping pembicaraan Abah Ilyas dan Simbah Kakung. Rupanya dari awal, Simbah memang akan mewariskan Al-Hikam pada Abah Ilyas. Karena Simbah mendapatkan petunjuk kalau Abah Ilyaslah yang akan mengembangkan Al-Hikam. Tapi kamu tahu sendiri, saat itu Abah Ilyas adalah seorang tentara. Jadinya Al-Hikam diserahkan kepada Abah. Sejak mendengar kebenaran itu, Mas tak pernah berminat ikut campur dalam urusan Al-Hikam. Apalagi semenjak
9.9124.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai the end of history and the last man
Baca
+Pustaka
The Last Queen

The Last Queen

Daerah-daerah yang dulu telah ditaklukkan oleh Ratu Sekar Ayu pun satu per satu mulai habis, hingga akhirnya Welirang hanya menyisakan sebuah kota yang telah porak poranda karena perang. Welirang benar-benar hancur. Tak ada seorang pun yang berhasil naik tahta dan Ratu Sekar Ayu adalah ratu terakhir yang memimpin kerajaan itu. Ia pasti sangat sedih jika mengetahui kerajaan yang telah ia bangun dengan keringat harus hancur sia-sia karena pertikaian para penerusnya. Rupanya sumpah Utari benar-benar terbukti, istana Welirang hancur sama seperti dirinya. Ratu Sekar Ayu adalah ratu yang hebat dalam segala hal, kesalahannya hanya satu, jatuh cinta.
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai the end of history and the last man
Baca
+Pustaka
Keturunan Terakhir

Keturunan Terakhir

"Apa kau takut bersaing dengan ku? Apa rumah lelang ini mengatakan seseorang yang berpakaian serba murah tidak boleh ikut menawar? Yang terpenting adalah siapa penawar terakhir dan mampu membayar nilai akhir dari tawaran itu." Fahmi terdiam dengan wajah memerah penuh amarah mendengar ucapan Rian. "Baiklah aku akan meladenimu! 15,9 Milyar" "Hah, apa kau masih mau bersaing denganku!" Rian hanya acuh tak acuh mendengar perkataan Fahmi dan mengangkat tandanya. "16,1 Milyar" Wajah Fahmi semakin kesal tanpa menunggu lama ia langsung menaikkan harga tawarannya.
1014.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 501 kali sebagai the end of history and the last man
Baca
+Pustaka
Di Penghujung Waktu

Di Penghujung Waktu

Semuanya akan kembali pada sang maha kuasa. Dunia ini fana. Dunia ini hanya sementara. Kehidupan yang kekal adalah akhirat. "Yaa Allah. Disinilah nanti akupun akan kembali pada tanah. Entah kapan waktu itu akan datang, yang jelas maut sedang menantiku. Kembalikan aku dalam keadaan husnul khotimah yaa Allah!" ucap Nayra. Nayra kembali melangkahkan kakinya menuju taxi yang sedang menunggunya.
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai the end of history and the last man
Baca
+Pustaka
Titik terakhir

Titik terakhir

Hangus sekejab karena catatan kecil yang tersemat diantara halaman buku Pramudya. 'Alam pernah berkata... Ada kalanya dua pasang manusia yang saling mencinta itu kadang ditakdirkan tidak untuk bersama. Mereka hanya akan melengkapi separuh rasanya untuk orang lain yang dirasa lebih pantas mendapatkanya.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai the end of history and the last man
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Bab Terakhir: Kalimat Terakhir Dunia Langit di atas Pesantren Narasi menjadi hitam pekat, seolah tinta raksasa tertumpah dari langit realitas. Awan-awan bergulung seperti gulungan naskah yang terbakar, mengelupas huruf-hurufnya dan menciptakan retakan dalam ruang dan waktu. Di tengah lapangan pesantren yang retak oleh garis-garis cahaya biru dan ungu, Lena berdiri tegak, memegang selembar halaman terakhir—halaman yang disebut para penjaga naratif sebagai "Kalimat Terakhir Dunia."
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai the end of history and the last man
Baca
+Pustaka
KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR

93. Kemenangan? Byarrr! Ledakan dasyat itu menjadi akhir dari peperangan yang terjadi di Kerajaan Kurcaci. Ledakan yang dihasilkan oleh bentrokan kekuatan sang naga bayangan dengan kekuatan milik Avram. Usai ledakan yang sempat menyapu seluruh area peperangan itu reda, sudah tidak ditemukan lagi keberadaan pria berjubah hitam, Magistri dan beberapa pasukan mayat hidup yang tersisa. Membuat semua orang bersorak senang, merasa bahwa kemenangan telah mereka dapatkan. Kerajaan Kercaci selamat dari kehancurannya. Tetapi beberapa orang juga mengerti bahwa kemenangan yang mereka dapati bukanlah kemenangan yang sesungguhnya sebab sudah dipastikan perang yang sesungguhnya akan dikibarkan oleh musuh.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai the end of history and the last man
Baca
+Pustaka
The Last King

The Last King

ucap Raja Holgi. Mendengar hal itu, Erasmus terbelalak tak percaya. "Apa yang ayah katakan! Mengapa ayah --." "Tolong-- gunakan kekuasaan-- dengan bijak-- demi rakyat--." "Jangan katakan lagi! Ayah!" Kemudian Raja Holgi pun menghembuskan napas terakhirnya. Erasmus berteriak histeris disusul oleh tangisan sejadi-jadinya.
106.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai the end of history and the last man
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Daniel&Mutia Official
bagus banget ,suka semua karakter, Hiro, naga ,gun ,Mita, ed,prili, paling kagum sama Mita, tegar banget .karakter bener" tahan banting mandiri gak menye" tp gak berisik jg tenang diam ,baik JD banyak yang merangkul
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
12

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ada satu adegan di 'Bumi Manusia' yang selalu bikin aku berhenti sejenak dan berpikir ulang tentang apa yang kita sebut 'sejarah'.

Akhir novel itu nggak menutup semua lubang naratif dengan rapi; malah membiarkan bekas-bekas luka sejarah tetap terbuka—dan itu penting. Kalau dibaca dari perspektif manusia biasa yang haus konteks, endingnya menggeser fokus dari peristiwa besar ke pengalaman pribadi: hak, cinta, penghinaan, dan kehilangan yang dialami oleh tokoh-tokohnya. Hal ini membuat sejarah terasa lebih manusiawi, bukan sekadar deretan tanggal dan keputusan politik. Aku merasa seakan-akan penulis menawarkan sejarah versi subaltern—yang suaranya biasanya hilang dalam arsip resmi—sebagai sumber pengetahuan yang valid.

Dari sisi metodologis, ending seperti ini ngajarin aku untuk lebih kritis terhadap sumber sejarah resmi. Ia menantang narasi teleologis yang sering bikin kita melihat kemerdekaan sebagai sesuatu yang 'pasti' terjadi; sebaliknya, novel menekankan ambiguitas, ketidakpastian, dan konsekuensi personal dari kolonialisme. Itu merombak cara aku menilai fakta sejarah: bukan cuma apa yang terjadi, tapi siapa yang terkena dampaknya, bagaimana cerita itu disimpan, dan siapa yang diberi ruang untuk bicara. Di akhirnya, 'Bumi Manusia' nggak cuma mempengaruhi pemahaman sejarah—ia mengubah etika cara kita membaca sejarah, mendorong empati, dan memperluas sumber yang layak dianggap sebagai bukti masa lalu.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status