Love by Choice
Senyum lebar terus menghiasi wajahnya, tidak peduli Gavin tidak membalas senyumnya.
Gavin membuka pintunya lebih lebar. Gia yakin kali ini Gavin senang. Sorot matanya menjadi berbinar-binar. Walaupun tipis, Gia berhasil menangkap senyum di bibir Gavin. Tidak ada lagi ekspresi datar seperti biasanya.
"Gavin suka es krim rasa apa? Coklat, vanila, atau apa? Kak Gia beli banyak, nih. Pilih sendiri yang Gavin mau," tanya Gia sambil duduk di lantai.
Hot Chapters