Nayla's 18th Year
(pikir Nayla)
Waktu Dzuhur telah tiba, semua pelamar pergi ke mushola perusahaan, di perjalanan menuju mushola dan sambil mengantri di toilet dan tempat wudhu, Nayla mulai berbincang-bincang dengan pelamar yang lain. Nayla berkenalan dan mengobrol banyak dengan salah satu pelamar namanya Sania, Sania orangnya sangat ramah, rupanya orangtua Sania ini temannya pimpinan SPU, dia sangat menyenangkan, Nayla sangat nyaman berbicara dengannya. Sebelum nya Nayla sedikit kebingungan disana, perusahaan itu lumayan luas dan memiliki banyak ruangan, Nayla butuh teman untuk berjalan bersama, Nayla tidak terbiasa sendiri, apalagi itu adalah tempat baru bagi Nayla, disana laki-laki dan perempuan dipisahkan
Hot Chapters