Dewa Iblis Gerbang Neraka
“Bukankah itu Rajawali Emas? Kenapa ia lupa padaku?’ batin Kui Long.
Merasa terikat secara misterius, Kui Long mendekati burung perkasa itu dan mengulurkan tangannya perlahan. Rajawali Emas mengepakkan sayapnya dan, tanpa perlawanan, berdiri di depan Kui Long. Dari tatapan burung itu, Kui Long bisa merasakan seolah-olah rajawali itu siap menjadi pendamping setianya dalam menghadapi musuh-musuhnya.
“Baiklah, aku tidak akan mempermasalahkan hilangnya ingatanmu,” ujar Kui Long dengan nada rendah. “Bersama-sama, kita akan mengakhiri tirani Dewa Bandit.”
Kui Long, kini ditemani oleh Rajawali Emas, memulai perjalanan panjangnya menuju Gurun Penyamun. Dengan rajawali emas itu di sisinya, perjalanan