MERTUA PELIT, MENANTU CERDIK
"Jelas, lah! Nanti aku dan ayah tiri Novi yang akan menikmati uang sampean, sedangkan sampean sudah di tanam di kuburan nunggu siksa neraka!"
"Eh, luambemu, tak tutuk, lho! (Eh, mulutmu, kupukul, lho!)"
"Memang betul, untuk diri sendiri saja pelitnya naudzubillah apa lagi untuk anak istri, kamu saja beramal jarang, mau masuk surga dari pintu mana? Pintu Doraemon?"
"Selalu saja mengungkit itu!"
"Lah, betul apa tidak? Aku jadi curiga, jangan-jangan sampean kalau beol juga ditahan-tahan biar gak cepet keluar, atau dimasukkan lagi? Huwek!" kata Lina.
Hot Chapters