Dimanja Tiga Majikan Cantik
"Mulai detik ini, ada aturan baru khusus buat kamu. Kalau kamu melanggar satu aja, aku pastikan kamu angkat kaki dari sini tanpa pesangon sepeser pun. Paham nggak, Rafli?"
"P-paham, Non!" jawabku gagap, mataku berusaha keras menatap matanya yang galak, bukan ke arah dadanya yang menggantung indah itu.
"Aturan pertama, kamu dilarang keras naik ke lantai dua tanpa izin tertulis atau perintah langsung dari aku atau Mama. Lantai dua itu area privat kami, bukan tempat pelayan keluyuran."
"Siap, Non!"