SALAH MASUK KAMAR CEO TAMPAN
Atau ini yang namanya panggilan untuk hijrah?
Apapun itu, akhirnya aku menyerah dan mencoba mendengarkan murotal yang suaranya yakni seorang anak laki-laki yang sangat bersih nan indah didengar. Entah itu surat apa, tapi tak asing di telinga. Mungkin kalau Kalila di sini, dia langsung menebak nama surat ini. Aku pun sebenarnya sudah familiar mendengarnya di masjid-masjid kala melewatinya, tapi karena tak tertarik, aku tak mau tahu nama maupun isi dari surat itu. Namun yang pasti hanya satu kalimat yang teringat.
“Fabi ayyi aalaa’i rabbikuma tukazzibaan.” Kuikuti nada dan lantunan suara anak di radio sembari menyandarkan pundakku ke sandaran jok kemudi.