Pelayan Ibu Tiri dan Dua Putri Cantiknya
Vira berontak hebat, tangannya memukul dadaku, tapi aku mencengkeram pergelangan tangannya dengan kuat dan menyudutkannya ke pinggiran meja.
Aku menatap matanya dengan tajam, jarak wajah kami sangat dekat sampai aku bisa merasakan napasnya yang memburu.
"Dengar, Vira! Jangan asal bicara kalau kamu nggak tahu apa-apa!" bisikku dengan nada rendah yang mengancam. "Aku tidak seperti yang kamu pikirkan. Ibumu yang memulai semuanya! Ibumu itu licik. Dia memanfaatkan posisiku untuk memenuhi nafsu gilanya itu. Dia mengancamku, jika aku tidak mau melayaninya! Dia bahkan merekam semuanya seolah-olah aku yang menggodanya. Kamu pikir orang akan percaya kalau aku bilang dia yang memaksa? Mereka pasti leb