Sentuh Aku, Pak Mentor
Dia tidak menjawab, tidak menolak, hanya diam dan menuangkan kembali minumannya.
Cairan itu bergulir dari botol ke gelas, menimbulkan suara lembut yang memecah keheningan di antara mereka.
Mereka terus minum. Satu gelas berganti menjadi dua, dua menjadi tiga. Waktu berjalan tanpa terasa, sementara kesadaran mereka perlahan melayang pergi bersama alkohol yang semakin memabukkan.
“Oh my God. Kepalaku juga berat,” ucap Sophia dengan terkekeh kecil, suaranya serak, matanya mulai buram.
인기 회차