CALL ME NUMBER ONE
Dan disaat yang bersamaan, jari tangan kanan Number One telah mendarat dan menyentuh tepat pada kacang milik Mona.
"Ahhh,,,, mmhhhh,,,," sebuah desahan panjang keluar dari mulut Mona.
"Gimana, Nona? Kamu suka?" Tanya Number One dengan tatapan penuh intimidasi. Ia tak henti-hentinya melumat bibir Mona, sambil tangannya terus menekan arae kacang milik Mona di bawah sana.
Sikat na Kabanata