Ipar Pengusir Sepi
“Jadi kamu lebih mentingin hak itu ketimbang perasaanku sekarang? Aku kira kamu beda sama laki-laki yang lain Rik, hahh ... dengan sikapmu yang seperti ini aku jadi makin ragu padahal awalnya aku nganggep kamu spesial dari pada yang lain tapi mungkin aku salah tentang itu, sekali lagi aku minta maaf yo selama ini aku ndak bisa ngasi kamu kepastian.”
“Ngel, maaf kamu jadi punya pikiran begitu gara-gara ini ... mungkin karena aku yang terlalu bersemangat, kalau memang kamu belum bersedia ndak papa biar aku saja sendiri yang coba jelaskan ke mereka, maaf yo ganggu kamu. Aku pamit dulu kalau begitu, assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam.”
***
“Ibuk, kok om Erik tumben ndak ke rumah?”