Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Di Antara Dua Sujud

Di Antara Dua Sujud

Kami dipersilahkan untuk naik ke lantai dua. “Sini dulu,” ucapnya. Kami duduk di salah satu kursi yang berhadapan dengan jendela. Ku pandangi Bea yang sama sekali tidak memandangi Hafid. “Gimana ceritanya?” “Gimana ceritanya kalian menikah? Apa dari dulu … kalian mempermainkanku?” “Bea, apa kamu nggak tahu kalo aku suka sama kamu?” Hafid menatap Bea dengan ekspresi kesal. Aku segera mengengam tangan Bea.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as lirik lagu dua kursi dangdut
Read
+Library
Satelliciocis Satellite

Satelliciocis Satellite

Kursi piano yang ada di paling sudut ruangan—dekat dengan jendela yang memiliki dua gorden berwarna putih gading panjang—pagi ini tampak istimewa karena dua orang harus berbagi satu kursi piano yang cukup panjang. Empat tangan berlarian di atas toots piano yang bersih dan cemerlang sedangkan dua puluh jari melompat-lompat di atasnya menghasilkan bunyi yang indah tapi patah-patah. Dua bibir atau empat sudut bibir menciptakan senyuman yang kelewat sempurna. Tiga puluh butir gigi (mungkin) bersinar bertatapan dengan sinar matahari pagi yang menembus jendela melewati gorden putih gading yang bersandar pengait masing-masing sudut jendela. Dua bunyi tawa yang berbeda, menyempurnakan lantunan musik
103.6K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as lirik lagu dua kursi dangdut
Read
+Library
Cinta Segitiga Dalam Keluarga Tiri

Cinta Segitiga Dalam Keluarga Tiri

’ Pak Indra bicara dalam hatinya. “Jika anda ingin bersantai di taman, ada beberapa meja dan kursi yang disediakan,” ucap Mira yang seketika memuyarkan pikiran Pak Indra tentang Harno. Mira menunjuk ke sisi utara lebih dulu. Dimana ada kursi panjang yang dianyam. Dalam bahasa setempat, kursi itu biasanya disebut lincak. Kursi itu diletakan agak jauh dari pohon mangga yang cukup tinggai dan sangat dekat sekali dengan pohon palem.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 111 Times as lirik lagu dua kursi dangdut
Read
+Library
Malaikat Juga Tahu (Cinta Andini)

Malaikat Juga Tahu (Cinta Andini)

Ia menurunkan tinggi kursi dan menurunkan sandaran yang didudukinya dengan menarik tuas di bawah kursi. Sembari menunggu Bagas yang hampir tiga puluh menit belum kembali, Dini memutar kursinya menghadap kaca besar di belakangnya, memandang pemandangan Jakarta dari lantai dua puluh. Menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dan menatap gedung-gedung pencakar langit yang tersaji di luar, membuat matanya lama kelamaan menjadi ngantuk.
102.2K viewsCompletedAdded to Library 44 Times as lirik lagu dua kursi dangdut
Read
+Library
Istri Kesayangan Tuan Arogan

Istri Kesayangan Tuan Arogan

la menolehkan wajah ke samping, menatap seorang wanita yang menghardiknya dengan tatapan sinis, mengklaim jika kursi yang ia duduki saat ini adalah milik wanita yang berdiri dengan berkacak pinggang tersebut. la edarkan pandangan ke semua meja panjang dengan kapasitas sepuluh orang di tiap mejanya, masih ada meja dan kursi yang kosong yang seharusnya bisa wanita itu gunakan untuk makan. “Lha, dia bengong! Eh, lu budeg? Gua bilang, lu duduk di kursi gua. Minggir!” bentak wanita yang sama-sama merupakan penghuni lapas.
9.969.2K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as lirik lagu dua kursi dangdut
Read
+Library
Swing Partner

Swing Partner

“Melewati kaca-kaca besar. Melewati beberapa pintu ganda hijau kebiruan yang tertutup dengan nomor besar di depan pintunya. Sepanjang jalan ada kursi-kursi logam berjejer. Terlihat dingin. Terllihat tidak nyaman untuk diduduki. Aku tidak suka dengan kursi seperti itu…” "Mereka berbelok setelah melewati pintu ganda hijau kebiruan bertuliskan nomor 4 besar. Berbelok ke arah kursi-kursi lagi. Di sana, dua orang pria bertubuh besar, memakai jaket kulit hitam, duduk mengapit pria yang sedang menunduk sambil menangis. Berjarak satu kursi kanan dan kirinya.” Suara terkesiap dari mulut Maharani.
653 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as lirik lagu dua kursi dangdut
Read
+Library
Cinta di Kursi Roda

Cinta di Kursi Roda

“Aku tahu mungkin aku terlihat berusaha terlalu keras belakangan ini, tapi aku hanya ingin kamu tahu... aku di sini bukan untuk mengasihanimu. Aku di sini karena kamu berarti bagiku—dengan atau tanpa kursi roda. Dan aku ingin kamu tahu bahwa kamu bisa mempercayaiku.” Raka terdiam, menatap Laila dalam keheningan yang panjang. Ada sesuatu di matanya, sesuatu yang menunjukkan bahwa kata-kata Laila telah menyentuh hatinya, meski ia tak langsung merespon. Akhirnya, ia hanya mengangguk pelan, tanpa berkata apa-apa, lalu berbalik meninggalkan ruangan.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as lirik lagu dua kursi dangdut
Read
+Library
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Tak disangka, ibu-ibu itu bersikap galak sambil menunjuk kursi lain dan berkata, "Kamu duduk saja di situ, tukaran sama aku." Lisa masih tersenyum dan menjawab, "Ibu tahu nggak? Kalau pesawat ini meledak dan kita semua hangus terbakar, nantinya keluarga akan mencari jasad lewat nomor kursi. Kalau aku duduk di kursi Ibu, lalu keluarga Ibu keliru membawa abu jenazahku pulang untuk disembah tiap hari, apa Ibu senang?"
9.51.1M viewsOngoingAdded to Library 42.6K Times as lirik lagu dua kursi dangdut
Read
+Library
Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Senar-senar kecapi membentang rapi, berkilau lembut di bawah cahaya lentera, seolah menunggu jari yang akan membangunkannya dari diam panjang. Di sisi lain panggung, sedikit terpisah tapi tetap dalam satu kesatuan, berdiri sebuah kursi tinggi. Untuk mencapainya, harus menaiki tiga anak tangga kayu yang sempit dan tegak. Kursi itu kokoh, punggungnya lurus, posisinya menghadap kecapi—bukan penonton. Di atas sandaran kursi, sebuah seruling diletakkan dengan rapi, panjangnya ramping, permukaannya memantulkan cahaya seperti garis tipis perak. Dua titik itu seolah sejak awal dirancang untuk dua orang. Bukan untuk saling mengungguli, melainkan saling mengisi.
1037.4K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as lirik lagu dua kursi dangdut
Read
+Library
Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

“Sekar! Sudah ambil kursinya belum? Ada nggak? Ayo cepat turun dari loteng!” Sekar hampir menjatuhkan lampu kecil. Tangannya cekatan menyambar kursi yang sedari tadi hanya ia tatap. Ia menahan tawa. “Iya, Bu! Ada… Sekar turunkan ya, pelan-pelan.” “Ya Allah… dari tadi satu kursi aja belum turun! Itu dari jati, bukan dari plastik! Kalau nggak kuat, bilang! Ibu panggilin orang!”
101.5K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as lirik lagu dua kursi dangdut
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status