Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
FATED

FATED

kata kami serempak. Begitu kursus selesai beberapa anak langsung berhamburan keluar dari kelas. Jujur saja, aku sangat senang karena ini adalah kursus pertamaku di Elementary. Sedangkan aku masih merapikan beberapa barangku. Di kursus ini diterapkan beberapa tingkatan. Tingkat pertama adalah Beginner dan tingkat kedua adalah Elementary.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai 2 kursi lirik
Baca
+Pustaka
Cinta Kedua Kami

Cinta Kedua Kami

"𝘏𝘢𝘭𝘭𝘰 𝘑𝘦𝘯𝘨" "Hallo Mas, Mas aku mau tanya, Mas Ardi sudah memasukkan gugatan perceraian kita belum? jika belum, aku dan Ayah yang akan memasukkannya. " "𝘑𝘦𝘯𝘨, 𝘔𝘢𝘴 𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪, 𝘔𝘢𝘴 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘮𝘢𝘢𝘧, 𝘔𝘢𝘴 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘑𝘦𝘯𝘨, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘵𝘰𝘭
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai 2 kursi lirik
Baca
+Pustaka
Manusia 30 Triliun

Manusia 30 Triliun

Di depan panggung itu terdapat 6 baris dan 10 kolom kursi untuk para tamu yang datang. Kevin dan Elmira duduk di baris kursi terakhir. Ada beberapa orang di sekitarnya dan mereka mulai berbicara dengan pelan ketika melihat Elmira memasuki aula. "Lihatlah wanita ini sangat cantik, putri dari keluarga kaya manakah itu? Jika dilihat dari penampilannya, dia benar-benar terlihat sangat menawan."
8.4225.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai 2 kursi lirik
Tampilkan Ulasan (31)
Baca
+Pustaka
Penghujung Cerita
hahaha sedikit lag aku mendapat 101% kerna udah selesai baca akhirnya gini dong kami mahu kevin menunjukkan balas dendamnya Fani selesai sekarang tinggal mantap sama pengikutnya serta si bodoh kejar mobil lupa namanya maaf tinggal beritahu siapa si kevin aslinya perkenalkan dong elmira pada keluarga
Eriyanti Eriyanti
klw menurutku rada mirip ceritanya Gerald, aku lupa judulnya apa tp tokoh utamanya Gerald. cm beda nama tokoh, tempat n sedikit lebih ringkas yg ini... aku br baca smpe bab 8 sih, blm slsai.. tp akan aku slsaikan nnti aku review lagi ya.. semangat thorr
Baca Semua Ulasan
Sebatas Istri Di Atas Kertas

Sebatas Istri Di Atas Kertas

“Mas, aku ini istrimu. Kalaupun kamu apa-apakan aku, ya mana ada orang menyalahkan? Kalau aku yang nggak izinin, aku harus siap-siap dikutuk malaikat semalam suntuk.” “Syukurlah kamu mengerti.” Karan tertawa senang. “Kalau begitu, bisa nggak kalau kita cobain kursi itu sekarang?” Pria itu menunjuk sudut ruangan yang sebelumnya sama sekali tidak diperhatikan KIran. Menemukan sebuah sofa berlekuk berwarna marun yang bertengger dengan manis di sana. “Astaga, apa-apaan itu?” “Pemilik penginapannya pengertian banget, pakai dikasih fasilitas begitu. Tahu aja kalau klien mereka lagi bulan madu. Ayo kita cobain sekarang, Sayang.”
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai 2 kursi lirik
Baca
+Pustaka
Bidan Mima

Bidan Mima

Beberapa motif bunga tampil pada bagian jok kursi yang di susun random. Kami memilih kursi di sisi sebelah kiri pintu masuk pada bangunan utama. Terdapat ayunan kecil untuk satu orang. Sangat homey. Aku memesan chicken butter rice. Eki memesan nasi dori matah. Lemontea menjadi pilihan bagi kami di siang terik ini. "Ada acara apa tiba-tiba ngajak lunch bareng?" Aku membuka pembicaraan. "GaK ada, kangen aja. Masih penasaran sama yang di angkot dulu" Kembali ia membuat wajahku terasa panas dengan kalimatnya.
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai 2 kursi lirik
Baca
+Pustaka
Karma : Kubuat Kau Menyesal

Karma : Kubuat Kau Menyesal

Apalagi Bobi yang semakin bingung dengan bos barunya. "Nggak usah bikin bekel kayak gitu lagi! Norak! Aku bukan anak kecil!" Bara melempar pandangan pada Bobi yang duduk di kursi pengemudi. "Bobi, cepat jalan!" Dengan gelagapan, Bobi menyalakan mesin mobil. Sedangkan Bara langsung menaikan kaca mobil, berusaha mengabaikan Alisha yang masih setia berdiri menatapnya dengan sorot mata yang layu.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai 2 kursi lirik
Baca
+Pustaka
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

Disuruh benerin kursi ini? Dimas menggaruk kepalanya. “Bapak ingin saya ganti kursi? Iya, ini memang kursinya bunyi terus, Pak.” Melihat wajah bingung Dimas, tatapan Pak Badar semakin menghakimi. “Ayat Kursi. Salah satu ayat agung dalam Al-Qur’an,” jelasnya dengan nada berat. Dimas memucat. Kesabaran Pak Badar berkurang satu derajat. “Ya sudah, kalau kau tak bisa. Ayat-ayat pendek, hafal apa saja?”
991 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai 2 kursi lirik
Baca
+Pustaka
KITA & MASA LALU

KITA & MASA LALU

Aksara menarik kursi di depan Rimbu. "Paket wagyu saikoro buat dua orang ya." Seorang pelayan menerima buku menu dari Rimbu sembari berkata, "Baik. Untuk waktunya seratus lima puluh menit ya, Kak." "Makanya ini aku traktir sebagai permintaan maaf udah ngegituin kamu."
9.83.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai 2 kursi lirik
Baca
+Pustaka
Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Senar-senar kecapi membentang rapi, berkilau lembut di bawah cahaya lentera, seolah menunggu jari yang akan membangunkannya dari diam panjang. Di sisi lain panggung, sedikit terpisah tapi tetap dalam satu kesatuan, berdiri sebuah kursi tinggi. Untuk mencapainya, harus menaiki tiga anak tangga kayu yang sempit dan tegak. Kursi itu kokoh, punggungnya lurus, posisinya menghadap kecapi—bukan penonton. Di atas sandaran kursi, sebuah seruling diletakkan dengan rapi, panjangnya ramping, permukaannya memantulkan cahaya seperti garis tipis perak. Dua titik itu seolah sejak awal dirancang untuk dua orang. Bukan untuk saling mengungguli, melainkan saling mengisi.
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai 2 kursi lirik
Baca
+Pustaka
Pacarku Anak Teknik, Otaknya Dipake Buat Ngegombal

Pacarku Anak Teknik, Otaknya Dipake Buat Ngegombal

“Dari cinta yang belum disetujui dosen pembimbing.” Citra tertawa. Dika memainkan lagu yang ia pikir sendiri. Liriknya sudah pasti absurd. “Kopi hitam di warung Kang Ayi. Tatapan kamu lebih pahit, tapi aku nagih lagi. Kursi plastik jadi saksi. Kita debat soal lampu taman dan teori konspirasi.”
796 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai 2 kursi lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status