Terperangkap dalam Dunia Elang
Salira harus bisa tetap berpikir jernih, walau kenikmatan yang Elang berikan mampu memberikan sensasi luar biasa padanya, dan membuat pandangannya berkabut.
“Kau ingin aku berhenti?” bisik Elang, suaranya menggoda, namun penuh tantangan.
Salira memejamkan mata, bibirnya bergetar. “Jangan,” desisnya, “Jangan berhenti.”
Elang tersenyum puas, ia kembali menghujami Salira dengan kenikmatan tak terbatas.
Salira mengambil alih. Ia duduk di atas Elang, tangan-tangannya memegang erat pundak pria itu, dan bibir mereka kembali saling menyatu dengan api yang tak bisa dipadamkan.
Bab Populer