My Game Boyfriend
Namun kini, semuanya hilang, melayang pergi ke tangan orang lain, hanya karena ia terlalu bodoh untuk menyadarinya sebelum terlambat.
Sesampainya di rumah, suasana hening dan dingin langsung menyambutnya. Rumah yang dulu penuh tawa dan kehangatan, kini terasa seperti bangunan kosong yang tak berjiwa. Arthur masuk ke dalam, duduk sendirian di ruang tengah yang luas, menunggu kedatangan Melati. Ia tidak tahu apa yang akan ia katakan nanti, atau apa yang tersisa untuk dibicarakan. Ia hanya tahu, ia harus melihatnya, ia harus mendengar suaranya, meski hal itu akan menyiksanya lebih jauh lagi.