Misteri Di Balik Mata
Di luar pintu, angin dingin berhembus, membawa bau lembab dan musti, mempertegas suasana mencekam.
“Aku tidak suka tempat ini,” ujar Farhan, menyalakan senter kecil yang dipasang di lengannya. Cahaya merahnya memancar lemah, menyoroti dinding-dinding yang tertutup oleh lumut dan kekusaman.
Suci mengangguk setuju, matanya berfokus pada dinding-dinding yang tampaknya menyusutkan cahaya di sekeliling mereka. “Labirin ini terasa berbeda. Seolah-olah, setiap langkah kita hanya membawa kita lebih dalam ke dalam kegelapan.”
Bab Populer