DIMADU TANPA RESTU
“Aku hanya ingin jadi istri yang baik, Van. Dulu aku ingin marah, ingin pergi, ingin memberontak. Tapi suara almarhumah ibu terus menggaung dalam pikiranku. Jadi aku diam, berharap Mas Wira akan melihat perjuanganku. Tapi… tamparan itu menyadarkanku. Aku bukan siapa-siapa lagi di matanya.”
Kaleng minuman itu ia letakkan pelan di atas meja. Ia memalingkan wajah, menahan air mata yang menggenang di pelupuk. Tapi Vania tahu, luka itu belum kering. Belum akan sembuh dalam waktu dekat.
“Sekar,” ucap Vania pelan, “perjuanganmu belum selesai. Tapi aku yakin, kebenaran akan menang.”
Sekar mengangguk lirih. “Aku juga berharap begitu…”
ตอนยอดนิยม