Sering kali aku menemukan versi terjemahan yang berbeda-beda untuk lagu-lagu religi, dan 'Mahalul Qiyam' ternyata tidak terkecuali. Ada terjemahan literal yang berusaha mengikuti kata per kata dari bahasa Arab, ada juga versi yang lebih puitis sehingga enak dibaca dan dinyanyikan dalam bahasa Indonesia. Beberapa channel YouTube menaruh terjemahan di deskripsi, sementara beberapa blog atau forum keagamaan menuliskannya sebagai catatan acara pengajian. Intinya: ya, ada terjemahan dalam bahasa Indonesia, tapi tidak ada satu versi baku yang disepakati semua orang.
Kalau dilihat dari makna umum, lagu ini sering mengangkat tema panggilan untuk bangun malam beribadah, memuji kebesaran, memohon ampunan, dan menggugah hati supaya konsisten dalam qiyamullail. Terjemahan yang bagus biasanya menyeimbangkan antara makna literal dan ritme sehingga tetap cocok dinyanyikan. Karena itu, kalau kamu jumpai terjemahan yang terasa kaku, kemungkinan itu terjemahan kata-per-kata; bila terasa melankolis dan lancar, kemungkinan itu diadaptasi agar cocok dinyanyikan dalam bahasa Indonesia.
Saran dari aku: bandingkan beberapa sumber—deskripsi video, blog, atau catatan majelis taklim—lalu pilih yang paling jelas dan bisa kamu pahami. Kalau ragu soal kalimat tertentu, tanyakan pada teman yang paham bahasa Arab atau ustadz setempat agar nuansa makna tidak hilang. Semoga membantu dan semoga terjemahan yang kamu pilih bikin ibadah malam jadi lebih khusyuk.