Perceraian yang Terindah
Aku menghela napas pelan lalu meminum seteguk kopi, "sudah, santai saja. Aku tahu siapa Laniara. Nanti aku akan berakting, pura-pura menyesali semuanya. Kamu tak perlu risau, Sayang."
"Serius, Mas?" Angel berjalan cepat menghampiriku dan duduk di atas pangkuanku. Tentu aku sambut dengan hangat sikapnya itu. Kini, tak ada lagi gurat kecemasan di wajahnya yang bening, malah hanya ada senyum menggoda begitu yang tertangkap di kedua netraku.
Bab Populer