Putrimu Membalaskan Dendamku
Entah harus kuaminkan atau tidak.
Hatiku sudah terlalu sakit, mau diingat atau lupa, aku sudah tidak peduli.
" Kalau begitu Bapak permisi, Mbak. Assalamualaikum."
Pak Dirman menyalakan motornya lalu melaju pelan.
"Waalaikumsalam, hati-hati ya, Pak!"
Tinggalah aku berdua dengan Melati.
Kutatap bangunan yang sudah dimakan usia di depanku, dari sini aku datang, ke sini pula aku kembali.
الفصول الرائجة