SANTET KIRIMAN MADU
Bibirku terkatup rapat dan suaraku tercekat "Aku hanya ... Mencoba mencari kepekaanmu, Mas."
"Peka untuk apa?"
"Untuk membantuku melepaskan diri dari rasa sakit itu," jawabku.
"Kamu bisa mensugesti diri sendiri dengan segala asumsi bahwa kau sehat, bukankah sihir menyerang mental dan psikologis korbannya," jawabnya sinis.
"Astaghfirullah, Mas. Baik, terserah kamu Mas."
Aku beranjak kembali menuju musalla mini dekat ruang tidurku untuk kembali menumpahkan segala gundah, sedih dan resah terkait apa yang telah terjadi sepanjang hari ini.
Hot Chapters