Nafkah yang Keliru
“Pulang yuk, bapak sama ibu masih nunggu kamu di rumah.”
“Kasih aku waktu, Musa!”
“11 tahun belum cukup?”
“Aku belum siap, entah bagaimana orang akan menggunjingku nanti.”
“Aku yang akan membelamu, aku yang akan menegur mereka jika berani menghinamu.”
Sofia malah membuka penutup wajahnya. Sehingga, terlihat jelas bagaimana indah paras cantiknya itu. Wajah teduh yang sudah lama aku rindukan itu, lantas tersenyum dan mulai meneruskan langkah mendekati bibir pantai. Membiarkan sebagian gaun hitamnya basah, tersapu debur ombak yang mulai pasang.