Belahan Jiwa
Abercio jelas terkejut, dan secara reflek menarik tangannya sendiri, menjauhkannya dari perut Hera yang malah tersenyum geli.
"Namanya, Seera."
"Ha?"
Hera mengelus puncak kepala Abercio dengan sayang, "berjanjilah padaku, kau akan menjaga Seera dengan nyawamu. Dia adalah belahan jiwamu Abercio, istri masa depanmu."
Bocah lelaki itu tampak mengerjap bingung, lalu menganggukan kepalanya dengan cepat meski kurang mengerti.
ตอนยอดนิยม