Candu Dekapan Kakak Ipar
“Apa yang bisa memaksa kamu sampai menghilangkan nyawa orang lain, hm?”
Sultan menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan, seperti seseorang yang bersiap menelan hukuman terberat.
“Mami tahu,” katanya nyaris berbisik, “Kalau selama ini saya menjalani pernikahan terpaksa, untuk menyembunyikan orientasi saya yang sesungguhnya.”
Langkah Radja terhenti. Dunia seakan berhenti berputar sepersekian detik. Rahangnya mengeras, matanya menggelap.