Pertanyaan tentang siapa penulis lirik 'Telah Habis Sudah' selalu bikin aku penasaran setiap kali dengar orang ngobrol soal lagu-lagu lama. Dari pengamatan dan obrolan dengan beberapa kolektor rekaman tua, yang jelas bukan satu jawaban sederhana: ada beberapa lagu berbeda yang memakai judul serupa, dan seringkali identitas penulis liriknya kabur karena rekaman awal tidak selalu mencantumkan kredit lengkap.
Di sudut nostalgiaku yang suka menyusuri toko kaset bekas, aku pernah menemukan piringan hitam dan kaset yang mencantumkan judul 'Telah Habis Sudah' tanpa nama penulis lirik, hanya menyebut penyanyi atau orkestra. Hal ini bukan aneh untuk rekaman era lama—label sering kali hanya mempromosikan penyanyi atau komponis musik, sementara pencantuman penulis lirik bisa terlewat atau hilang. Selain itu, ada juga fenomena lagu-lagu daerah atau lagu rakyat yang berkembang lewat penuturan lisan; judul yang sama bisa dipakai di beberapa wilayah dengan lirik yang sedikit berbeda, sehingga klaim kepenulisan jadi rancu.
Kalau ditelaah secara serius, cara paling andal untuk memastikan penulis lirik adalah mengecek arsip hak cipta (misalnya daftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau organisasi perlindungan hak cipta musik lokal), melihat liner notes pada ril asli, atau menelusuri katalog penerbit lagu dan perpustakaan rekaman. Aku pernah melakukan hal itu untuk satu lagu jadul lainnya: bolak-balik cek katalog perpustakaan nasional, fotokopi liner notes, sampai tanya ke kolektor di grup komunitas musik. Kadang jawaban yang ditemukan tetap rancu—masalah administrasi lama, perpindahan hak, atau informalitas pelepasan lagu.
Jadi, intinya: tanpa merujuk pada versi rekaman atau artis tertentu yang kamu maksud, sulit memberikan nama pasti penulis lirik 'Telah Habis Sudah'. Kalau versi yang kamu dengar adalah ril komersial dengan label yang tercantum, biasanya nama penulis ada di liner notes; jika itu lagu tradisional, kemungkinan besar liriknya masuk ranah publik atau telah bertransformasi lewat banyak versi. Aku pribadi suka menelusuri jejaknya lewat ril lama dan arsip hak cipta—sesuatu yang menantang tapi menyenangkan untuk dilakukan saat lagi rindu banget dengan nuansa musik lawas.