Air Mata di Hari Persandingan
Namun, waktu begitu mendayu hingga untaian mimpi pun merasuk dalam kalbu menyemai benih rindu yang tak sabar untuk bertemu.
Kidung malam kian menjauh bersama deru nafas yang tak lagi memburu, hanya bisikan jiwa yang tetap mengajak untuk terjaga meskipun indra terlalu payah untuk melayaninya, berulang kali membuka udara dari sela-sela tulang laringnya, bahkan setetes air asin itu pun berulang kali menetes, menandai betapa lelah kedua telaganya itu, akan tetapi, hati tak sabar membawa jiwa untuk segera berjumpa dengan hari esok, di mana semua babak baru akan segera dimulai.
"Aisyah besok aku akan kembali, Sayang, kuharap hanya ada air mata bahagia yang akan tertumpah dan yang kuseka dari mata
Hot Chapters