Sebelum Aku Pergi
Suara tawanya, cara ia menyentuh bahunya ketika menyuapi, dan kalimat terakhir yang dibisikkan Glen sebelum Aruna benar-benar pergi: “Jangan lupakan bahwa kamu pantas dicintai—bukan karena siapa kamu di masa lalu, tapi karena siapa kamu hari ini.”
Sementara itu di Paris, Glen berjalan menyusuri tepi Sungai Seine sendirian. Langkahnya lambat, seperti seseorang yang kehilangan arah. Ia melewati bangku yang biasa mereka duduki bersama, tempat di mana dulu ia menyerahkan liontin “Forgiven, Not Forgotten.” Ia berhenti sejenak, menyentuh sandaran kayu tua yang kini terasa dingin.
Duduk sendiri di sana, ia membuka buku catatannya. Bukan laptop, bukan layar ponsel. Kertas. Tinta. Sentuhan yang nyata
Capítulos Populares