Kultivator Jiwa Modern
Namun di dadanya, cahaya kecil masih berdenyut, sisa nada yang ia nyanyikan untuk dunia.
“Liora,” katanya pelan.
“Kalau dunia bernyanyi lagi, kenapa rasanya... sepi?”
Liora berdiri di belakangnya, wajahnya penuh cemas.
“Karena yang bernyanyi sekarang bukan dunia... tapi kamu.”
Risa menatapnya. “Maksudmu?”
“Frekuensi dunia sekarang mengikuti ritme napasmu. Setiap kali kamu tenang, langit jernih. Tapi kalau kamu goyah..”
인기 회차