Engkau Talak, Aku Tak Menolak
Mya pun bergerak, memeluk Diah dan Qilla.
Suasana haru pun terasa diantara mereka bertiga.
"Semoga setelah ini, kita bisa bahagia," harap Mya.
"Aamiin," Diah dan Qilla kompak mengamini harapan Mya.
"Mungkin sudah waktunya kita melupakan Ayah," Qilla mengutarakan isi hatinya, perkataan yang selama ini dipendamnya.
"Ayah tetaplah orang tua kita, Dek," sanggah Mya.