Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Sentuh Aku Lagi, Sayang!

seru Rendra. Rendra membawa kue ulang tahun berbentuk angka satu yang dihias Dara semalam. Kue itu berwarna biru muda dengan hiasan bintang-bintang kecil. Biru menatap kue dengan mata berbinar. Tangannya sudah meraih ke arah lilin. “Nak, nanti dulu. Kita nyanyi dulu.” Samuel memimpin lagu ‘Selamat Ulang Tahun’. Suara campur aduk dari anak-anak dan orang dewasa memenuhi ruangan. Biru hanya diam, menatap mereka semua dengan kebingungan yang lucu.
1036.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 916 kali sebagai lirik selendang biru versi sholawat
Baca
+Pustaka
BEDA ISTRI BEDA REZEKI

BEDA ISTRI BEDA REZEKI

Seli ditemani anak buahnya menyodorkan red velvet dengan toping cokelat. "Terima kasih," ucap Layla bahagia. Sontak teman-teman Layla menyanyikan lagu selamat ulang tahun diiringi home band. Layla tertawa bahagia. Namun, kelopaknya meneteskan air mata. Seumur-umur baru kali ini ulang tahunnya dirayakan. "Sebelum tiup lilin, ayo make a wish dulu," suruh Seli perhatian.
10147.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai lirik selendang biru versi sholawat
Baca
+Pustaka
Menikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Menikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Ini sepertinya bait favorit Naqib, terbukti lelaki ini ikut menyanyikannya bersama suara Rasid Lazuardi, suaranya memenuhi mobil bercampur aduk dengan suara Rasid Lazuardi. 'Dari satu langit ke langit lain ....' 'Sampai akhirnya sang awan datang padamu ....' 'Melihatmu tersenyum ... dan datang lagi di langitku ....' 'Mengabarkan kau baik saja di sana ....' 'Awan pengelana tak henti mengelana ....' Musik berhenti, dan tak lagi ada suara apa-apa kecuali deru mesin mobil, yang mengiringi kami menuju sebuah tempat, yang masih saja dirahasiakan, ya setidaknya dariku.
939 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai lirik selendang biru versi sholawat
Baca
+Pustaka
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Serangkaian kata-kata syair meluncur dari bibirnya. "Laut biru langit biru. Jambangan hati terlepas ditelaga. Bulan menangis binatang merintih. Nyawa bertabur bercecer darah. Aku mencari dalam bingung di tengah dinding-dinding buntu .Engkau muncul membawa pedang seperti pangeran langit. Malam berlalu bertabur sunyi dalam tanya. Amarah dan dendam menutup tirai terang. Harapan muncul bersama sang penegak yang tak tersangkut dendam dan tertaut piutang. Dengan dua tangan kuletakkan di depan perutmu. Aku meminta kau segera datang ke Blora .Berbuatlah sebagai sang bijaksana. Bertutur dengan kearifan. Pintalah Cambuk Sakti Naga intan dari sang penguasa. Agar darah tak lagi tertumpah dan kematian me
99.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai lirik selendang biru versi sholawat
Baca
+Pustaka
Imamku dari Seoul

Imamku dari Seoul

Shin mengurut-urut keningnya karena pusing mendengar keributan antara sopir dan adik iparnya. Sabiya memukul pelan lengan Idris, "Apa, sih, Id?! Jangan gitu, ah." "Pak sopir ini bikin kesal, Kak! Aku mau lagu yang aku suka!" protes Idris yang sengaja memanas-manasi suasana. Kini giliran Shin yang menekan tombol putar lagu. Surah Al-Waqi'ah… بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai lirik selendang biru versi sholawat
Baca
+Pustaka
CALON TUMBAL

CALON TUMBAL

"Merasa paling benar, paling kuat. Padahal, kalian mudah sekali dibodohi. Aku hanya mengambil apa yang memang menjadi hakku, bagian yang sudah seharusnya milikku!" Ustadz Sholeh menatap tajam. "Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Selena, Linggar, bantu saya dengan membaca ayat-ayat ruqyah. Kita harus mengusirnya." Selena dan Linggar segera mengangguk, tanpa ragu mereka mulai melantunkan ayat-ayat ruqyah dengan penuh keyakinan.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai lirik selendang biru versi sholawat
Baca
+Pustaka
Cahaya Biru

Cahaya Biru

Suaranya penuh antusias, seolah mengingatkan kembali pada hari-hari indah yang pernah mereka lalui bersama. Biru, yang masih terlihat ragu, menoleh ke arahku mencari jawaban. Matanya berbinar mencari persetujuan, "Boleh nggak?" tanyanya dengan nada memohon. Aku bisa merasakan keinginan kuat darinya untuk kembali merajut kenangan lama bersama teman-temannya. Dengan suara rendah, aku hanya bisa menjawab, "Serah lo," sebuah jawaban yang mungkin bagi sebagian orang terdengar tidak peduli, namun bagiku itu adalah cara untuk memberi kebebasan pada Biru.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai lirik selendang biru versi sholawat
Baca
+Pustaka
Janji Cinta Polisi Tampan

Janji Cinta Polisi Tampan

Padahal selangkah lagi, tapi kenyataannya takdir berkata lain. "Oleh Tuhan, kita disuruh untuk lebih berusaha." Ucapan Ava benar. Biru pun berpikir demikian. "Tapi, akan ada masa di mana usaha kita akan berubah manis. Tuhan tidak pernah tidur. Kita akan mendapatkan hasil dari berjalan di jalan yang baik. saya akan berdiri di samping kamu terus. Selamanya, Biru." ***
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai lirik selendang biru versi sholawat
Baca
+Pustaka
Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

"Saya sengaja ambil konsep seperti ini karena kamu suka pantai." Astaga. Ini bahkan bukan bagus lagi. Sangat bagus. Bagaimana mungkin Elmar menyiapkan hal seindah hanya untuk diriku. Ini benar-benar di luar ekspektasi. Apalagi dengan konsep biru laut yang indah. Wah, siapa pun pasti terpesona melihatnya. Tiba-tiba alunan musik yang terdengar easy listening masuk ke dalam indera pendengaran. Lampu yang semula terang, kian meredup dan hanya tersisa lampu temaram saja.
1026.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 676 kali sebagai lirik selendang biru versi sholawat
Baca
+Pustaka
LEBIH BAIK KITA BERPISAH

LEBIH BAIK KITA BERPISAH

Agak merepotkan memang, tapi yah, namanya juga momen sekali seumur hidup, tentu harus ada yang berbeda. Lalu, ketika aku tiba di anak tangga paling bawah, Biru menoleh, dan kemudian senyum itu terbit di matanya, sebelum terukir pula di bibirnya. Seketika saja hatiku yang gelisah mereda. Di tatapan mata dan senyumnya itu, aku tahu bahwa aku bisa mengandalkan dia. "... Saya terima niikahnya Senja Langit Jingga, nanti Yudha Antariksa dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai…"
1045.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai lirik selendang biru versi sholawat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status