Unexpected Wedding
“Harusnya kamu bilang, kalau kamu sudah nikah.”
“Untuk apa?” Lintang terus berjalan menuju kamarnya tanpa menoleh.
“Untuk memperjelas statusmu.”
“Masalahnya, pernikahan kita itu nggak seperti orang-orang, Mas.” Lintang membuka pintu kamar. Kemudian, ia masuk dan meletakkan benda persegi pemberian Raga di nakas. “Kita menikah karena dipaksa keadaan. Nggak ada rasa suka, atau cinta seperti orang-orang nikah yang lain. Cuma … di atas kertas, jadi nggak ada pengaruhnya. Apalagi waktu kita sepakat buat cerai. Jadi, yaaa, udah. Jalani aja seperti biasa.”
Hot Chapters