Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Breakfast at Midnight

Breakfast at Midnight

Dengan malas, Alex menyeret kedua kaki-nya menuju lift dan menekan tombol. Ia menutup mulutnya lalu menguap. Alex sangat mengantuk, karena semalam, ups salah tadi subuh, ia baru tidur selama 2 jam gara-gara semalaman ia marathon menonton Friends. Ia kemudian menatap cermin di sebelah kanan-nya dengan bayang-bayang hitam di kantung matanya yang masih mejeng sedikit, padahal ia sudah memakai concelear. Hhh sok-sokan marathon aja Lex, lo ga tau apa, ada deadline menumpuk menunggu dengan manis di atas mejamu? Alex mencemooh dirinya sendiri.
84.8K viewsCompletedAdded to Library 119 Times as little moments
Read
+Library
Summer Pieces

Summer Pieces

Berharap pikiranku jadi lebih jernih. Kutamati wajahku di cermin wastafel. Mencari-cari celah, apakah oke. Apakah ada sisa makanan yang terlihat di gigiku. Bertanya-tanya, wajah inikah yang sedari tadi ditatap oleh Cloud. Kusentuh bibirku. Memejamkan mata, pikirku mengulang apa yang terjadi tadi di sana. Dan menyadari itu bukan mimpi. Dadaku berdebar dan aku menghela nafas. Aku menatap wajahku lagi di cermin. Pipiku memerah sedikit. Aku membuka tas kecilku dan mencari-cari liptint. Mengolesnya perlahan. Lalu tiba-tiba merasa konyol. Aku menghapusnya cepat-cepat dan membasuh mukaku lagi dengan air, lalu mengambil tisu dan mengelapnya. Sekali lagi kusapukan liptint peach itu tipis-tipis dan me
103.3K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as little moments
Read
+Library
A Little Happiness in Korea

A Little Happiness in Korea

tutur Do Hyun sambil menunjukkan arah setiap rak yang ia sebutkan. Kemudian Rona berjalan mengambil mie ramen dan langsung memakainya di dalam tempat masak otomatis yang disediakan oleh minimarket tersebut. Rona membayar dua bungkus mie ramen dan dua kaleng coklat panas. Ia memberikan sebungkus mie ramen dan sekaleng coklat kepada Do Hyun dan memberinya semangat untuk menjalani sisa hari ini yang masih panjang. Do Hyun tersenyum dan mendoakan Rona dengan doa yang sama. Lalu Rona segera menghabiskan mie ramennya dan segera menuju apartemen Hee Young unni.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as little moments
Read
+Library
My Little Wife, It's Mine!

My Little Wife, It's Mine!

Bab 02 - My Life Part II Setelah sarapan pagi yang bisa mereka lakukan setiap hari, selanjutnya Merry biasanya akan membawa Liera pergi entah membawanya ke tempat pekerjaan lainnya atau pergi ke salon, walau Merry menganggap Liera seperti anak kecil tapi gadis masih butuh perawatan, tapi kali ini Merry ingin membawa Liera ke toko bunganya yang sudah dijalankan bisnisnya lebih dari tiga tahun yang lalu. Hari ini Liera mengunakan kaos putih lengan panjang dengan motif bunga di tepi kaos kanannya dan celana pendek diatas lututnya, dia mengurai rambutnya dan memakai bando pita sebagai pemanis, satu hal lagi Merry tidak pernah mengatur Liera dalam urusan berpakaian karena menurutnya style pakaian
9.924.7K viewsOngoingAdded to Library 765 Times as little moments
Read
+Library
A Part of Me

A Part of Me

Verse 1 dinyanyikan oleh Debi dengan lantang dan sangat percaya diri. Sensitive thats what I am Make no mistake about it Cause little things Certainly mean so much to me Kami tampil dengan suara pas-pasan dan lagu yang tidak dikenali oleh banyak orang. Lagu milik Jeffrey Osborne berjudul Only Human memang kesukaan kami bertiga. Tiada hari tanpa mendengarkan lagu ini. Bagian Chorus adalah bagian untuk kami bertiga. I’m only human Don’t ask me for too much too fast I’m only human, babe
2.2K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as little moments
Read
+Library
Little Wife

Little Wife

"Nanya aja? Kamu ini lagi kesambet apa?" "Nggak ada. Udah dulu ya, Mi." Leon langsung mematikan panggilan telepon itu sebelum mami sempat menjawab apapun. Sekalipun sedang dalam keadaan panik dan jantung yang berdetak begitu kencang, Leon mencoba untuk tetap tenang. Dia memejamkan mata beberapa detik lalu membuka bersamaan hembusan napas panjang. Leon mengedarkan pandang, mengelilingi apartemen sekali lagi, dan tanpa sengaja matanya menangkap sesuatu di meja pantri dapur.
9.791.9K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as little moments
Read
+Library
3 Minutes With You

3 Minutes With You

Tapi kali ini ciuman mereka berlangsung lebih lama dari sebelumnya. THE END Terima kasih kepada readers yang sudah setia membaca 3 Minutes With You hingga tamat. Nantikan novelku selanjutnya. See you, readers.
4.6K viewsCompletedAdded to Library 171 Times as little moments
Read
+Library
Memories

Memories

Aku sering melihat beberapa kucing betina berbeda yang mucul disekitar rumah dalam seminggu. Aku kembali kebawah untuk mengambil limun dan novel yang kutinggalkan di meja makan. Lalu aku kembali ke lantai atas dan ke kamarku. Aku letakkan limun dan novel itu di meja samping kasurku, dan melakukan hal yang sering kulakukan, menjatuhkan diri ke tempat tidurku. Kupandang halaman belakang dari balik jendela yang berjarak 150 sentimmeter dari kasurku, sambil merenung. “Aaah..Besok sudah hari Senin. Lagi.” Aku berkata pada diriku sendiri, lalu mengembuskan nafas berat. Suasana begitu hening. Hanya gemercik air hujan. Walau diluar dingin, aku merasa hangat disini. Begitu tenang, sampai akhirnya mun
9.74.7K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as little moments
Read
+Library
Mr. Fragrant and Me

Mr. Fragrant and Me

"Kamu lupa kartu dan apartemen kamu masih sama Mama, Jevano? Ya kalau mau tinggal di pinggir jalan sambil kelaparan mah, gak apa - apa." "Iya - iya ini aku gak pergi," Ucap Jevan terlihat pasrah. Sambil menyuapkan ayam katsu ke mulutnya, diam - diam Kala tersenyum. Aroma parfum pria itu membuat mood Kala membaik dalam waktu sejenak. Entah apa yang dilakukan sang pembuat parfum Jevan sampai bisa membuat siapapun yang menghirup aroma ini jadi lebih tenang.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as little moments
Read
+Library
The Moment Of Us

The Moment Of Us

*** Aku kembali masuk ke kamar dengan handuk tersampir di leher dan sebelah tangan mengeringkan wajah dari air yang menetes dari sana. Aku melirik jam digital di atas meja belajarku yang menunjukkan jam setengah satu dini hari. Yap, benar! Aku baru pulang. Sekitar tiga puluh menit yang lalu dan langsung buru-buru mandi, takut kalau Gee dan teman-temannya mendadak muncul. Ngomong-ngomong, kamarnya malam ini sepi sekali, mungkin dia sedang di luar. Ah, I wish she goes out more often! Sayangnya, sama sepertiku, dia juga homebody. Bedanya, dia punya baaanyak sekali teman yang bersedia datang ke tempatnya. Ah, sudah! Kenapa jadi membicarakan tentang Gee?
102.6K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as little moments
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status