Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku
Surya menunjuk daftar menu dengan senyum lebar, memamerkan deretan giginya yang putih.
Lidya melihat ke daftar menu, merasa canggung. "Air putih saja, Pak Surya, saya..."
"Tidak minum wine? Yah, sangat disayangkan," potong Surya cepat, suaranya sedikit kecewa. "Tapi itu bagus juga. Sebagai calon ibu, memang seharusnya seperti itu. Wulan, kamu mau apa?"
Wulan memandang Surya curiga, matanya tidak bisa berbohong. "Saya juga air mineral saja, Pak Surya. Atau es teh, kalau ada."
Hot Chapters