Dear Helva
Lisa tersulut, menatap Rindi marah.
“Udah, udah, kalian dewasalah, malu sama anak kecil,” lerai panitia lain. “Lo memang nggak mikir, Lis. Liat aja sendiri, lo yang tamat,” lanjutnya sambil memberikan buku Helva pada Lisa.
“Apaan ini?”
“Lo tanda tangan di situ sebagai panitia, bukan dewa kematian, ngerti gak, lo?”
Lisa akhirnya melihat buku Helva di mana ada tanda tangan kematiannya yang tertulis besar. Dia jelas terkejut melihatnya.
Bab Populer