Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aku dan Sembilan Raja Beast yang Mengiginkanku

Aku dan Sembilan Raja Beast yang Mengiginkanku

Rawa yang Mengawasi Air hitam memantulkan bayangannya seperti cermin retak. Pohon-pohon tinggi menjulang dengan akar yang mencengkeram lumpur seperti cakar raksasa. Ia bisa merasakan tatapan. Bukan satu. Banyak. Klan buaya tidak bergerak seperti singa atau serigala. Mereka mengamati. Menghitung. Menunggu momen paling tepat. Langkahnya berhenti ketika suara rendah terdengar dari atas akar pohon besar.
451 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as lubang buaya
Read
+Library
Pendekar Pewaris Kekuatan Iblis Neraka

Pendekar Pewaris Kekuatan Iblis Neraka

Kilatan matanya sangat tajam, seolah-olah dia akan menerkam Wang Lian. Buuuzzz! Terdengar suara desisan dari buaya tersebut yang membuat bulu kuduk merinding. Hal itu semakin membuat Wang Lian yakin kalau dia tidak akan pernah keluar dari Lembah itu. Ada rasa penyesalan mengikuti kemauan Li Fang, karena itu sama saja Li Fang membuatnya terkubur id lembah ini. Entah berapa ratus tahun dia bisa keluar dari sini.
8.251.5K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as lubang buaya
Read
+Library
KUBUAT MADUKU GENDUT

KUBUAT MADUKU GENDUT

TIARA "Iyalah, Bu. Kita ikut cari nafkah sebab kurang. Lah, dia enak-enakan selingkuh. Mending kasih buaya burungnya!" Suara bi Eti tidak keras, tapi terasa mengerikan. Aku sampai memegangi perut mendengar omongan bi Eti selanjutnya. Ternyata perempuan yang penampakannya lembut itu ganas pikirannya. Bisa dibilang mengarah pada psikopatl
1010.5K viewsCompletedAdded to Library 304 Times as lubang buaya
Read
+Library
Kubayar Lunas Tantangan Maduku

Kubayar Lunas Tantangan Maduku

Dia kembali ke posisi di mana sedang gelisah menunggu suaminya yang tak bisa dihubungi. “Dari pada melamun dan berpikir yang tidak –tidak, sebaiknya kamu makan wingko babat kesukaanmu ini. Ibuk nyarinya susah muter –muter pasar tradisional.” Sang bibi menyodorkannya begitu saja. “Huek!” Seketika ada sesuatu mendorong isi perutnya untuk ke luar. “Huh.” Lala menghela napas berat. “Bu, aku ini lagi ngidam. Maunya muntah terus kok malah dikasih beginian,” hardik perempuan yang masih merasa lemah di atas ranjang pasien.
19.4K viewsCompletedAdded to Library 523 Times as lubang buaya
Read
+Library
Aku Milikmu, Tuan Arsya!

Aku Milikmu, Tuan Arsya!

tanyanya tiba-tiba. Arsya tersenyum misterius. “Itu.” Ia menunjuk ke arah sisi lain area penangkaran. Amira mengikuti arah telunjuk itu. Kakinya terasa berat saat melangkah. Arsya bahkan menarik tangannya agar berjalan lebih cepat. Begitu tiba di depan kolam besar yang bersih dan berpagar tinggi, Amira kembali membeku. Di dalam air yang jernih, terlihat empat buaya albino berjemur di atas batu buatan. Kulit mereka pucat, hampir keemasan di bawah cahaya lampu.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 73 Times as lubang buaya
Read
+Library
Mad Blooming Queen

Mad Blooming Queen

Tubuh sang buaya yang begitu besar membuatnya tidak fleksibel saat berada dalam celah dasar sungai, sehingga buaya hitam itu tidak bisa mengejar Fiona yang kini sudah berada di mulut celah dasar sungai. Begitu Fiona keluar dari dalam celah di dasar sungai, gadis itu tidak langsung berenang pergi begitu saja. Dia menggunakan Mana dan menciptakan sebuah ledakan di dasar sungai, mulut celah dalam itu pun tertutup oleh reruntuhan tanah dan batuan yang Fiona ledakkan tadi. Puas dengan hasil yang tersaji di depan mata, Fiona segera berenang ke atas untuk keluar dari dalam sungai.
105.0K viewsCompletedAdded to Library 199 Times as lubang buaya
Read
+Library
Pendekar Rajawali Dari Andalas

Pendekar Rajawali Dari Andalas

Goa yang berair tenang seperti halnya danau yang mengelilingi pulau itu juga terdapat bebatuan di tengah-tengahnya, satu persatu dari 4 orang manusia kerbau itu berusaha melompat bebatuan di dalam goa berair itu. “Deeeeeees..! Gleeeeeeeek..!” seekor buaya muncul dari dalam air mengibaskan ekornya hingga membuat orang pertama yang melompati batu di dalam goa itu terlempar ke udara lalu disambut oleh mulut buaya yang menganga, manusia kerbau itu pun ditelan bulat-bulat.
1025.7K viewsCompletedAdded to Library 873 Times as lubang buaya
Read
+Library
Sistem Sakti Pendekar Menara Nirwana

Sistem Sakti Pendekar Menara Nirwana

tenang Bai Lu memberi instruski pada muridnya. Buaya Batu adalah spesies buaya di Lapis 4 Menara Nirwana yang tidak melulu berada dalam air. Dia berjalan-jalan di darat. Ia baru masuk ke dalam rawa untuk tidur pada malam hari. Sekarang, makhluk itu mengintai mereka. “Berapa Buaya Batu yang harus aku enyahkan, Guru?” tanya Zhu Lian. Matanya melirik ke arah yang dimaksud Bai Lu.
9.955.8K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as lubang buaya
Read
+Library
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

Lumut hijau memenuhi permukaan bebatuan sekitarnya, berselimut berbagai jenis tumbuhan paku. Mbah Moen berjalan ke arah air terjun itu. Semakin dekat, dasar kolam semakin miring ke dalam. Hingga di satu titik ia mengambil nafas panjang, kemudian, “Byur!” Ia menyelam hingga mencapai dasar, sekitar delapan meter. Di bawah terdapat sebuah lubang pas seukuran tubuh manusia untuk lewat. Ia berenang mendekatinya hingga lubang itu menyedot tubuhnya seperti vacuum dan menghisapnya melewati sebuah lorong panjang, sampai akhirnya memuntahkan tubuhnya ke sebuah area yang tersembunyi dan terpencil dari hutan.
106.2K viewsOngoingAdded to Library 217 Times as lubang buaya
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status