Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menikah dengan Sahabat

Menikah dengan Sahabat

ucapnya. Mendengar ajakan sahabatnya yang kedua kali, membuat Dita yang tadi berbaring, seketika duduk dan mengetuk kepala Radit. "Demen banget lo jitak kepala gue!" keluh Radit sambil mengelus kepalanya. "Gue jitak lo biar saraf di kepala lo gak buntu," balas Dita. "Itu saran terbaik yang gue punya biar lo selamat dari buaya."
1014.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Ada yang meludah, cuh-cuh! Tahu-tahu Mbah Joyo Tempe, orang sebelah rumah, sudah berdiri di sampingnya. Bertanya-tanya cemas, “Ada apa, Nduk?” “Menawarkan berlian kok, Mbokde.” “Hati-hati lho, Nduk. Dia itu ular beludak.”
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
Melati di Kubangan

Melati di Kubangan

Ratih yang sejak awal sudah mengantisipasi reaksi keras dari kedua temannya itu berkata dengan ketenangan yang terkendali, "Apa yang salah dengan itu? Aku toh hanya akan bekerja seperti biasa dan cuma pindah meja ke ruangan Pak Lurah. Cuma sesederhana itu kok," "Sikapmu yang sok pilon itu lama-lama membuatku muak, Rat," Budi mencela dengan sinis. "Apa Kau sadar, Kau akan berada satu ruangan dengan seekor buaya darat? Sepanjang jam kerja, setiap hari dan seterusnya. Dan entah kapan dirimu akan dimang...." "Jangan berlebihan," Potong Ratih tak kalah sinis. "Apa Kau juga sadar, jendela ruangannya bisa memuat tiga orang gendut sepertimu?"
645 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
AJISEKA

AJISEKA

Semula Ajiseka mengira jika sesuatu yang berdiri di tengah rongga dan ukuran tingginya memenuhi ruangan adalah pepohonan yang tenggelam. Namun, nyatanya yang terjadi bukanlah sebuah batang kayu yang tenggelam. Tetapi seekor buaya buntung berukuran raksasa dengan posisi berdiri. Bukan perkara mudah melihat hal seperti itu, Ajiseka sendiri sempat terhenyak menyaksikan keganjilan yang terjadi. Tetapi dirinya segera sadar jika tujuannya ke tempat itu untuk mencari keberadaan sosok yang saat ini berdiri tepat di hadapannya.
9.53.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
Tenebrarum; Tumbal Leak

Tenebrarum; Tumbal Leak

Ggrrh! Sesekali terdengar suara gigi beradu. Lebih tepatnya seperti suara tulang yang sedang berusaha untuk dilumat. Udin semakin memberanikan diri untuk menyelidiki. Perlahan tangannya menyingkap rimbunan semak yang menghalangi pandangannya. "Astagfirullah!" Seketika Udin terkejut dan panik. Mahluk hitam besar yang tersamar suasana remang magrib itu sedang mengais-ngais tanah kuburan. Seketika kaki Udin lemas, kedua tungkainya tak mampu menopang.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

cetus Falcon Boy. Sementara si Buaya sedang diinterogasi oleh superhero cewek berkostum gelap. Teman-temannya sesama Suber Hero pun mendekatinya. “Bagaimana kalian bisa masuk ke Bumi?” todong si pemanah jitu sembari siap memanah kepala buaya. Hanya satu kata yang diucapkan oleh Buaya, “Vortex.” Kemudian di belakangnya muncul lubang hitam yang menarik tubuhnya.
1012.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
BHARATA (Pendekar Naga Bumi)

BHARATA (Pendekar Naga Bumi)

Pangeran Nayaka termangu-mangu. Namun ia-pun menjawab, “Di sini tidak pernah ada seekor buaya.” “Aku melihatnya” Pawana menjelaskan. “Dimana?” Pawana termangu-mangu. Namun ia tidak melihat lagi buaya raksasa itu. Kedung itu memang terlalu kecil untuk bersembunyi buaya sebesar itu, meskipun seandainya di bawah batu-batu karang itu terdapat liang yang besar.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Logam berat itu terangkat tanpa bunyi gesekan. Lubang selokan terbuka di hadapannya. Gelap, sempit, berbau busuk dari air limbah. Lebar lubang hanya empat puluh sentimeter, hampir mustahil bagi tubuh manusia biasa untuk masuk. "Tapi aku bukan manusia biasa," bisiknya dengan senyum dingin.
1045.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
Era Baru

Era Baru

Monster-monster berbentuk buaya tapi dengan kaki yang lebih panjang daripada buaya pada umumnya. Jauh di dalam air rawa yang dalam dan keruh serta dipenuhi dengan lumut hingga tak dapat dilihat dengan kasat mata. Di dalam sana terdapat mata yang mengawasi permukaan tanah dengan keji. Gigi-giginya yang tajam tertutupi oleh gelapnya air yang keruh dan tubuhnya yang besar tenggelam di dalam air dan tersembunyi dengan baiknya.
1057.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
Negeri Tanpa Penghuni

Negeri Tanpa Penghuni

Samantha pun tidak memiliki ekor untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. Alhasil ... "Arghh!!" Byurr, dia terjatuh ke dalam genangan air. Gadis itu sudah tahu apa yang menantinya di bawah permukaan air. "Akhh!" Si buaya senang karena kesabarannya menunggu ternyata membuahkan hasil. Mangsa langka yang bisa mengenyangkan perutnya benar-benar menghampiri tanpa harus bersusah payah memanjat pohon yang tinggi. Dia bukan biawak yang sanggup memanjat pohon tetapi kesabarannya menunggu adalah kekuatannya terbesar. Selain rahangnya yang kuat, tentu saja.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status