Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR

PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR

“Dan semua ikan-ikan ini hasil tangkapan Dik Anom. Dia sudah selihat kamu untuk mengejar ikan-ikan di dasar lubuk.” “Bagus!” puji Diajeng Sekar Laras. “Tapi kalian harus tetap hati-hati, karena buaya atau ular sanca bisa saja ada di sungai yang deras dan berlubuk seperti itu.” “Tenang saja, Biung. Sebelum kami memasuki sebuah lubuk, tentu kami sudah mencari tahun keadaan lubuk itu,” ujar Diandra. Ki Jagadita hanya tersenyum dan mengangguk-angguk pelan mendengar perkataan murid kecilnya itu.
8.620.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 788 kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
Pawang Buaya Baperan

Pawang Buaya Baperan

Naomy benar-benar memperhatikan setiap detil penjelasan Levin, alasan, bahkan tujuan dia meminta bantuan. Sungguh tak pernah disangka oleh Naomy bahwa Levin tengah dalam sebuah masalah ketidakpercayaan. Tak lama ini dia viral diberitakan media sosial lantaran label buaya darat yang diberikan. Berita viral itu berdampak besar bagi nama baik keluarga Mahardhi yang sudah terkenal di kalangan pebisnis. Bahkan, seisi perusahaan tempat Levin bekerja sampai membahasnya di setiap jam makan siang.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
Kubalas Madu Dengan Racun

Kubalas Madu Dengan Racun

Niat untuk ke Dokter Kandungan malah mengajak dirinya makan. "Mawar, ini sudah hampir malam. Kalau nanti tengah malam kamu kenapa-napa, aku yang repot." Bayu mengingatkan. "Sudah baikkan, kok, Mas. Kayanya aku lapar saja, makanya agak sakit." "Kamu aneh, masa nggak bisa bedaiin lapar sama sakit perut. Jangan-jangan kamu bohong, kan?" tanya Bayu menyelidik.
1031.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 774 kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
Sang Legenda Dewa Pedang

Sang Legenda Dewa Pedang

Kekuatannya sudah sangat tinggi. Bagaimana mungkin dia tidak melihat lubang? Dan bahkan jika dia tidak melihatnya, dia bisa langsung melayang ke udara. Bagaimana mungkin dia benar-benar jatuh ke dalam lubang? Li Yu tidak tahu harus tertawa atau menangis, tetapi dia juga merasa ada sesuatu yang aneh. Dia segera menemukan lubang dalam yang dimaksud oleh Lu Yuming. Sebuah lubang misterius di tengah hutan lebat.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Pangeran Balaputeradewa dan Cangak Sabrang serentak menoleh, saling berpandangan, lalu segera bergerak cepat menuju sumber suara. Ketika tiba di lokasi, mereka menyaksikan pemandangan yang mengerikan. Seorang wanita muda, terlihat jelas seorang pengelana dari busana dan perlengkapannya, tengah mencuci kakinya di tepi sungai Bagawanta. Tanpa disadari, dari kedalaman air yang gelap, seekor buaya raksasa yang tampak purba dan buas tiba-tiba muncul menerkam. Mulutnya yang bergigi tajam mencengkeram erat betis sang wanita malang, lalu menyeretnya paksa ke dalam pusaran air yang bergejolak. Wanita itu meronta, menjerit, dan berjuang, namun tak berdaya melawan kekuatan buaya itu.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
Lembah Awan Berkabut

Lembah Awan Berkabut

Di tengah kepanikan yang muncul, suara Ling Er membawa ketenangan untuk mereka yang ketakutan. Dari puluhan retakan itu, banjir Shi Nong mulai mengalir turun seperti hujan hitam kematian yang menjijikan. Kali ini, mereka jauh lebih terorganisir. Ada varian-varian baru yang mengerikan, seperti makhluk ramping seperti anjing pemburu yang melesat dengan kecepatan kilat, makhluk besar seperti benteng terbang yang meneteskan energi pelahap, dan kawanan kecil seperti serangga yang bergerak dalam formasi aneh.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
Aku dan Sembilan Raja Beast yang Mengiginkanku

Aku dan Sembilan Raja Beast yang Mengiginkanku

Rawa yang Mengawasi Air hitam memantulkan bayangannya seperti cermin retak. Pohon-pohon tinggi menjulang dengan akar yang mencengkeram lumpur seperti cakar raksasa. Ia bisa merasakan tatapan. Bukan satu. Banyak. Klan buaya tidak bergerak seperti singa atau serigala. Mereka mengamati. Menghitung. Menunggu momen paling tepat. Langkahnya berhenti ketika suara rendah terdengar dari atas akar pohon besar.
595 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
BLASTERIS TERKUAT

BLASTERIS TERKUAT

Di tengah kawanan, tanah itu adalah danau air keruh. Ada selusin buaya raksasa yang tertutup lumpur yang tampaknya tidak melakukan apa-apa selain mengambang di danau. Panjangnya lebih dari 40 meter, tubuh ditutupi sisik tebal dan gumpalan keras dan deretan duri sepanjang satu meter di bagian belakang. Semuanya tampak sangat mengerikan. "Lihatlah ini!" Saat mereka muncul di atas kawanan, Krisna mengeluarkan beberapa puluh Tombak Api Ungu yang hampir transparan ke Lake Alligator.
1066.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

Suara Ganayana baru berhenti ketika matanya melihat sesuatu di antara batu-batu kecil yang berkilau, sebuah lubang kecil sebesar pangkal lidi. Di sekeliling lubang itu terdapat lumpur yang begitu lembut berwarna kelabu. Hanya di tempat itulah satu-satunya terdapat lumpur dalam kali tersebut. "Siluman Buaya," batin Ganayana. Seketika dia duduk bersila, merapatkan kedua telapak tangan di depan dada dengan mulut komat-kamit, entah membaca apa. Matanya terpejam, seakan begitu khusuk dengan rapalannya. Mungkin sekitar tiga menit Ganayana berada dalam posisi tersebut, sampai akhirnya....
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
Kembang Desa di Lubang Buaya

Kembang Desa di Lubang Buaya

"Kenapa kau biarkan lampu mobil itu menyala dan menyoroti langkah kita, Revan? Anak buah Darius jadi mudah mengikuti jejak kita." "Biarlah! itu lebih baik daripada berjalan di tengah rawa begini dalam keadaan gelap. Setidaknya, hewan-hewan yang tiba-tiba tersorot bisa menghindar menjauh, kecuali buaya sih." "Apa di sini ada buaya?!" tanya Wina khawatir sembari matanya awas memperhatikan kiri dan kanan. "Revaaaan! berhenti kau!"
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai lubang buaya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status