Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tiga Mayat Satu Takdir

Tiga Mayat Satu Takdir

Monster buaya yang sebelumnya hanya mengandalkan kekuatan fisiknya kini menunjukkan wajah barunya. Tubuh raksasanya menggeliat, dan dari dalam tenggorokannya terdengar gemuruh seperti arus air yang tertahan. Tiba-tiba, dari mulut lebarnya, meluncurlah sebuah meriam air yang mendesis tajam di udara, menabrak arena dan menyisakan semburan deras.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as lubang buaya
Read
+Library
Suami Perkasa

Suami Perkasa

Mereka melintasi gang sempit, menuju lahan kosong di belakang toko—tanah milik Sukma yang diam-diam telah dibeli atas nama pihak ketiga. Lubang besar sudah menanti. Dalam dan gelap, dikelilingi tanah gembur yang basah dan berbau lumpur. Genangan air di sekitar lubang memantulkan langit yang semakin gelap. Luna dilempar ke dalam lubang. Tubuhnya terhantam tanah keras, rambutnya berantakan, wajahnya belepotan lumpur. Ia merintih, mencoba bangkit, tapi lututnya lemas.
108.6K viewsOngoingAdded to Library 326 Times as lubang buaya
Read
+Library
PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

kata Sarip setelah menyalakan sumbu. Blaar!! Blaar! Terdengar dua kali ledakan. Kali ini lubang di dinding bertambah cukup besar, cukup untuk dilewati manusia. “Ayo masuk!” perintah Lasmini, langsung masuk ke lubang itu. Tanpa banyak tanya, semua mengikuti Langkah Lasmini memasuki lubang itu. Kini di hadapan mereka terbentang kolam yang luas, selebar 10 m. Kolam itu dipenuhi oleh ikan pemakan daging dari A****n atau yang biasa disebut sebagai ikan piranha.
1011.4K viewsCompletedAdded to Library 331 Times as lubang buaya
Read
+Library
Keturunan Terakhir Elite Global

Keturunan Terakhir Elite Global

Reza mengambil kesempatannya yang sempit untuk mencebur ke kolam. Airnya jernih. Kunci yang dimaksud Felix bisa terlihat di dasar. Reza lanjut menyelam. Kedalaman kolam tak seberapa, membuat Reza cukup mudah menjangkau kuncinya. Lalu masalah muncul. Seekor buaya kembali ke kolam. Binatang itu dengan cepat berenang menyusul Reza yang baru saja berbalik. Waktu kian sempit dan ruang gerak Reza terbatas. Kepanikan semakin mengundang insting alami buaya.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as lubang buaya
Read
+Library
Kubalas Madu dengan Manisnya Racun

Kubalas Madu dengan Manisnya Racun

Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, cacing diperut sudah berdemo ria minta ditenangkan. Padahal sebelum pergi aku kan sudah makan martabak, tapi ternyata menghadapi manusia berkebutuhan khusus (butuh bimbingan akhlak maksudnya bukan berkebutuhan khusus seperti kelainan) memerlukan tenaga ekstra, walaupun aku hanya menjadi penonton setia. Aku dan Bunda memilih menuju lantai tiga dimana aneka hidangan penenang penghuni perut tersedia.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as lubang buaya
Read
+Library
Tergoda Pesona Ibu Mertua

Tergoda Pesona Ibu Mertua

Setelah itu, lanjut eksplor. Pertama, Taman Buaya Indonesia Jaya di Cikarang, taman dengan ratusan buaya dari berbagai spesies. Mereka ikut tur edukasi, lihat feeding time buaya melompat ambil makanan. "Serem tapi keren!" kata Ethan, merekam video. Tom memegang tangan Nayla saat dekat kandang, "Jangan takut, aku lindungin kamu."
10351.0K viewsCompletedAdded to Library 7.7K Times as lubang buaya
Show Reviews (24)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Terpikat Janda Tajir

Terpikat Janda Tajir

bisik Bu Ambar agar tidak terdengar oleh Jaja. "Kemah-kemahan apa, Bu?" kening Vera berkerut tanda tak paham. "Ini lho, lobang buaya." terang Bu Ambar lagi, masih sambil berbisik. "Apa? lobang buaya apa ya, Bu?Hehehe... saya tidak paham." "Ish... ini lho, memse!" bola mata Bu Ambar menunduk. "Hahahaha...apa itu, memse?" Vera sudah terbahak. Bu Ambar hanya bisa menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
9.4137.8K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as lubang buaya
Read
+Library
Warisan Darah Langit

Warisan Darah Langit

Raja Buaya Rawa. Makhluk itu tidak merayap. Ia meluncur. Tubuhnya sepanjang dua puluh meter, dengan punggung yang ditumbuhi lumut purba dan duri-duri tulang yang tajam. Mata kuningnya bersinar dengan kecerdasan jahat, tanda bahwa monster ini telah hidup cukup lama untuk memupuk Inti Iblis di dalam tubuhnya. "ROAAARRR!"
10983 viewsOngoingAdded to Library 36 Times as lubang buaya
Read
+Library
Bayangan Dalam Pandang

Bayangan Dalam Pandang

Warnanya menjadi putih pucat. Pada akhirnya kami pun pecah dalam kepanikan. Kenapa? Karena ratusan buaya di atas kepala kami, MULAI MELOMPAT KE DALAM AIR! Aku layaknya rapper, melisankan mantera yang baru diajarkan oleh Satoru dengan super cepat dan berhasil menciptakan sebuah kubah yang melingkupi kami semua. Tetapi kalian tahu apa? PARA BUAYA ITU BISA MENEMBUS TEMBOK KUBAH SEPERTI TIDAK ADA APAPUN DI SANA!
103.0K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as lubang buaya
Read
+Library
O, Yang Mulia!

O, Yang Mulia!

Apa yang mencuat dari badan air saat O melompati kanal untuk kedua kalinya adalah seekor buaya besar. Lebih tepatnya, itu mayat hidup seekor buaya. Tentu saja gelembung udara yang dihasilkan oleh mayat hidup buaya itu sebelumnya bukan dihasilkan dari aktivitas bernapas, tetapi karena tubuhnya yang rusak dan penuh lubang memerangkap udara di dalamnya.
104.1K viewsCompletedAdded to Library 115 Times as lubang buaya
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status