PEMBALASAN DENDAM SANG LADY
tanya Anya cemas, kedua tangannya menggenggam erat lengan Eveline.
Tetua Lunar menatapnya sekilas, lalu menggeleng pelan. “Tenang saja, Nona. Air untuk mencegah luka membusuk dan mengusir hawa sakit. Temanmu akan baik-baik saja.”
Setelah memastikan luka bersih, Tetua Lunar kemudian beranjak, dan berjalan menuju rak kayu yang ada di sudut kamar, ia mengambil sebuah kantong kain kecil, lalu membukanya. Di dalamnya ada campuran daun kering, serbuk akar, dan ramuan tumbuk yang mengeluarkan aroma khas.