Pembalasan Wanita Terhina
Bu Herlina beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah kamarnya, niatnya tadi ia hendak sarapan tapi karena ulah Melda selera makanya telah hilang.
"Ibu dan anak sama saja, taunya nyelonong pergi begitu saja saat diajak bicara." Melda menggerutu lalu melongok ke arah wajan, ia menelan saliva melihat penampakan semur ayam yang masih mengepul, aromanya masih menyeruak wangi menggugah selera, cacing dalam perut Melda seolah berdemo ingin diisi oleh makanan yang baru saja ia lihat, tanpa menunggu lama ia mengambil piring dan mengambil tiga potong ayam berukuran besar sekalian sama kuahnya, setelahnya tanpa aba- aba wanita berlipstik merah itu cepat melahap nasi dan ayam semur yang berada di depa
Capítulos Populares