Sistem Aura (Infinity)
Harus diakui, bercanda dengan bocah pendiam sepertinya membuat ia kewalahan dan agak aneh.
Masih di dalam mal, mereka sekarang beristirahat pada sebuah kafe bergaya antik. Penuh lukisan-lukisan abstrak dan benda-benda antik—sebangsa pot berpola kelabang dari zaman Aura Monster, patung siluman tiga wujud dari zaman Aura Astral, candi Warna, meja batu berbentuk kepala Dewa Penta-Warna dan lain sebagainya.
Ima menyantap kue bolunya dengan lahap di samping mamanya sambil mendekap boneka kelinci bersayap. Tidak banyak bicara, tidak banyak tingkah, tidak banyak maunya. Itulah Ima.