Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hadiah Madu Untuk Suamiku

Hadiah Madu Untuk Suamiku

kata Inda menunjuk kearah penjual harumanis yang sedang memutar harmanis membentuk sebuah bunga besar. “Beli saja. Ayo!” perintah Jiddan sambil antusias menggandeng Inda menuju penjual harumanis. “Ammu, buatkan mawar merah yang besar ya?" pinta Jiddan pada si penjual. “Oke Ammu,” jawab si penjual bersemangat.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai mad honey
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Draven mengangguk, ekspresinya puas. Meskipun Aura Honey yang dihasilkan koloni lebah ini tidak memberikan peningkatan aura yang kuat, madu tersebut dihargai karena sifatnya yang stabil dan tahan lama. Itu sangat melengkapi Frost Blood Red Berry, menciptakan suplemen yang cocok untuk konsumsi rutin para Knight.
9.78.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai mad honey
Baca
+Pustaka
Istri Siri Tuan Pewaris

Istri Siri Tuan Pewaris

jelas Marcell singkat dan padat. “Madu gila? Apa itu?” Windraya menautkan alis karena tak mengerti. “Madu gila berasal dari wilayah Nepal. Penjualannya pun dalam pengawasan ketat. Entah bagaimana Bu Ranum bisa mendapatkan itu.” “Aku tidak yakin. Ranum memiliki akses yang sangat terbatas. Apalagi setelah hamil. Dia juga tidak pernah belanja online atau semacamnya,” bantah Windraya tak percaya.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai mad honey
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Suci

Pendekar Pedang Suci

"Ini adalah madu penambah energi. Kau cukup meminumnya beberapa tetes dan beristirahat sejenak maka staminamu akan pulih." Yan Zhihao meminta Ji Feng meminum madu dalam botol tersebut. Ji Feng menerimanya dan membuka penutup botol kecil itu. Aroma wangi dari madu segera menyeruak keluar dari dalam botol. Rasa manis segera menyerang indra perasa pemuda itu begitu beberapa tetes madu penambah energi mendarat di lidahnya. "Terima kasih, Ketua Yan."
9.9122.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai mad honey
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Khoirul N.
Selamat malam, Maafkan penulis yg tidur terlalu lama hingga naskah ini baru up lagi. Jika terasa aneh atau berbeda, maklumin ya. Semoga besok bisa up lagi~ terima kasih bagi sesiapa yg mungkin menunggu cerita ini dilanjut.
Pek Siansu
saran saya buat pembaca. jgn prnhbacq buku yg bab nya 1 per hari. kalian akan kecewa karna tdk akan tamat. alias putus di tengah jalan. kemudia buku yg berseri alias trilogi atau apa. sebab belum tamat yg satu saja sdh sok nulis judul lain. akhirnya tdk kompeten
Baca Semua Ulasan
MERTUA RASA MADU

MERTUA RASA MADU

"Halah, makanan bayi, ya jelas tertulis makanan bayi, mana mungkin beli chip tortila rasa sapi panggang, roti coklat dengan keju, minuman kesehatan! Apa itu semua?!" "Ya, ampun, mungkin itu hanya sedekah, Mas," ucapku sambil menggelengkan kepala. "Kecurigaan Mas sama sekali tidak beralasan, kecuali jika Mas melihat kami berusaha mesra, baru Mas bisa marah," jawabku lantang. "Udahlah, aku mau masuk," ucapku sambil memunguti barang barang itu lalu beranjak dari hadapannya. Dia yang masih terlihat tak suka, lantas menarik lenganku dan bertanya,
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai mad honey
Baca
+Pustaka
Diminta Menjadi Madu

Diminta Menjadi Madu

Keduanya sangat menikmati jajanan yang dibelikan oleh Ningroem. Sementara Ningroem memberikan satu gelas pop ice pada Bram. "Diminum Mas, ini makannya sama-sama saja." Ningroem menyodorkan martabak manis yang dibelinya. "Minum Dede mana, Ma?" tanya Denis protes karena ia tidak mendapatkan pop ice. Ningroem menyodorkan pop ice yang belum di sentuhnya pada Denis. "Ini Dek, nanti mama minta sedikit. Ya?"
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai mad honey
Baca
+Pustaka
Madu Untuk Mantan Mertua

Madu Untuk Mantan Mertua

tawar bi Narsih dengan sopan. Anya tersenyum hangat. “Terima kasih, Bi Narsih. Aku hanya butuh sedikit bantuan untuk mengaduk adonan pancake ini. Teman-temanku suka sekali pancake dengan sirup maple. Untuk selanjutnya jangan buat hidangan nasi ya bi untuk sarapan.” “Baik, nyonya.”
9.234.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai mad honey
Tampilkan Ulasan (5)
Baca
+Pustaka
Cilon Kecil
ceritanya bagus tapi bukankah dalam agama haram hukumnya mantan mertua menikahi mantan menantunya? penasaran sama hubungan David dan Regina... kok Feelingku mengatakan Dimas bukan anak kandung David ya..
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Terjerat Cinta Dosen Baruku

Terjerat Cinta Dosen Baruku

Kedua tangannya bertumpu di bahu Leena, terlihat protektif. Pelayan tampak terlonjak kecil. “N-nggak ada, Mas,” jawabnya jujur. “Kita pakai resep biasa. Racikannya sama sesuai khas Serenitea. Madu mentah alami buat bikin cita rasa balance.”” “Madu mentah?” ulang Zayn, lalu menoleh lagi ke Leena. Leena menggeleng pelan, sambil terus mengusap kulitnya yang semakin terasa panas.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai mad honey
Baca
+Pustaka
CEO Brondong itu Kekasihku

CEO Brondong itu Kekasihku

Sarang heksagonal sudah tertutup, pertanda madu sudah matang. "Kok tidak ambil yang itu?" tanya Alex menunjuk frame dengan sarang berwarna hitam. "Itu sarang madu yang tua, sarang lama yang diisi kembali. Jadi tidak bisa dimakan. Kalau ini, masih baru. Jadi malamnya masih berwarna muda dan bisa dicerna perut. Ayok kita makan di sana," ajakku setelah berterima kasih kepada karyawan tadi.
1043.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai mad honey
Baca
+Pustaka
Aibku Ditukar Dengan Madu

Aibku Ditukar Dengan Madu

Terutama dari sang madu. Namun berbeda dengan Arindi, ia masih mencoba tenang menghadapi. "Lulusan apa sih kamu Nai?" tanya Arindi dengan lembut. Naina merasa bingung. "Memangnya kenapa?" "Ya tidak apa-apa. Hanya heran saja. Kamu takut tertular penyakit dari ayah ku bukan? Sementara ayahku sakit darah tinggi. Lah sejak kapan darah tinggi bisa menular? Duh jangan menunjukan ke semua orang bahwa diri sendiri itu bodoh ya Nai," balas Arindi. Lembut, pelan namun bagai racun mematikan
1022.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 857 kali sebagai mad honey
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status