Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ARABELLA

ARABELLA

nabilajihanarfaabraabara
______________ "Assalamualaikum." Plaakk "Awhhh, ma." Baru saja Ara memasuki rumahnya, ia sudah disuguhi oleh tamparan dari sang mama. "Kenapa kamu nampar Meyra, hah? Ada salah apa dia sama kamu? Sudah berani kamu ya?" Winda menarik rambut Ara membuat sang empu kesakitan. "Akhh ma, maaf," mohonnya namun tak kunjung dilepas oleh Winda. Brukkk
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai madre
Baca
+Pustaka
Me After You

Me After You

tanyanya. Tangan Felipe yang awalnya sedang melingkar di leher Belinda perlahan bergerak untuk mengusap lembut pipi mamánya itu, "Ada jejak air mata di sini. Apa Mamá rindu rumah kita di Madrid?" "Apa yang membuat kamu mengira kalau Mamá sedang merindukan rumah kita di sana? Atau jangan-jangan kamu yang sedang merindukan Madrid?"
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai madre
Baca
+Pustaka
Rayhan Story

Rayhan Story

Dafka tersenyum lega. Flashback Off. Sagara membuka surat itu perlahan.Takut surat peninggalan mending mama nya itu sobek. Teruntuk Sagara Dirgantara Kavendra, Halo jagoan mama ini mama sayang terimakasih sudah jadi kuat untuk kedua adikmu. Ah mama lupa hampir tiga kau akan punya tiga adik kan??
18.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai madre
Baca
+Pustaka
Tergoda Mama Muda

Tergoda Mama Muda

tutur Mayuree Fitriachara Pramudya, sang nyonya rumah. "Ehm, ya, Bu," jawab Harvitha dengan patuh. "Jangan panggil Ibu. Aku masih muda. Panggil Kakak aja." Mayuree mengamati tamunya. "Usiamu, berapa?" tanyanya. "29." "Oh, beda 10 tahun sama Aric?" "Iya." Mayuree mengangguk. "Aku, bentar lagi 43, tapi jiwaku always 25."
118 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai madre
Baca
+Pustaka
Semakin Red Flag Semakin Cinta

Semakin Red Flag Semakin Cinta

beritahu Rain pada Brie yang masih lemah. ”Siapa yang donorin buat aku, Pa?” lirih Brie penasaran. “Qey yang donorin, soalnya sumsum tulang Papa dan Mama nggak cocok buat kamu. Termasuk punya Mommy-mu.” ”Apa, Pa? Mommy? Mommy yang mana?” Brie nggak lupa siapa ibu kandungnya, tapi ia tidak ingin mengingat orang itu lagi. “Mommy Ney, apa Brie masih ingat?”
920.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 471 kali sebagai madre
Baca
+Pustaka
Mama Muda

Mama Muda

Kali ini Adrian yang tak terima. "Kamu keterlaluan Adrian. Mau sampai kapan kamu ingin melihat Marsya berlutut seperti ini?" Mama Miranda kembali tersulut emosi. "Anda yang diam. Atau anda mau menggantikan putri kesayangan anda berlutut? Silakan saja!" Adrian memicing ke arah mama Miranda dengan tatapan tidak senang lalu mempersilakan mama mertuanya itu berlutut.
1023.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 883 kali sebagai madre
Baca
+Pustaka
Janda Milik Sang Aktor

Janda Milik Sang Aktor

"Sekarang sudah waktunya kamu memanggil saya dengan 'Madre', bukan 'Señora' lagi lho." "Eh? Hehehe~" Tara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Mimpi besar macam apa yang tengah dia selami, sehingga mendapatkan kesempatan semacam ini? Memanggil sosok Elisabeth Alejandro sebagai Madre? Calon ibu mertuanya? "Madre," ulang Elisabeth. "Oke? Saya bakalan ngambek kalau kamu nggak memanggil saya seperti itu lho!"
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai madre
Baca
+Pustaka
Dibuang Mantan, Dikejar CEO Sultan

Dibuang Mantan, Dikejar CEO Sultan

“Sangat?” “Ya. Sangat.” “Apa kak Una akan jadi mama Mai? Iya? Iya, Yah?” Brahmana tidak langsung menjawab. Ia menoleh sebentar pada si gadis kecil itu. “Apa Mai tidak keberatan jika kak Una menjadi mama untuk Mai?” “Tidak Yah! Mai suka! Mai senang!” seru Maira mantap. “Itu bagus,” angguk Brahmana. “Ayah juga menginginkan kak Una menjadi mama untuk Mai.”
1093.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai madre
Baca
+Pustaka
MADU SATU MERTUA

MADU SATU MERTUA

sambungnya lagi. Nadine menggeleng. Tatapannya kini lurus pada jalan di depannya. “Lalu apa?” tanya Danang. “Aku kasihan sama mama ….” Jawaban yang singkat tapi penuh arti. “Kakak gak kasihan sama papa?” Danang lagi-lagi bertanya. “Kasihan. Tapi lebih kasihan sama mama. Karena mama sendirian. Tidak punya siapa-siapa. Sedangkan papa, punya Eyang Kakung, Eyang Putri, Tante Firna dan juga Yasmin.”
10201.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.2K kali sebagai madre
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
Shifa chibii
ceritany bagus,,kasihan Rasti,ditipu mertua dan suami yg g bisa tegas dan ngindungin anak istriny,,mending pergi aja ras,,soal harta mendiang ortu ntar dicari lagi jalanny buat ngrebut lagi,,dari pada bertahan tpi makan hati..
Lee Siuce
Izin promo ya Thor Mampir yuk gaaes di cerita ku "Cinta Segitiga Sang Pewaris" Ceritanya masih ongoing di jamin seru karena banyak ceritanya di bungkus dengan teka-teki yang susah ditebak ... Mampir yuk
Baca Semua Ulasan
Mommy untuk Daddy

Mommy untuk Daddy

"Mommy, Silla nggak suka sama tante jahat itu. Dia selalu menjauhkan Daddy dari Silla." "Apa? Mommy?" Muka Anggita menegang. Ia melirik Dareen dengan tatapan menuntut penjelasan. "Siapa dia, Dareen? Kenapa Silla memanggilnya mommy?" Dareen tegak, kemudian berjalan mendatangi Arisha. Tanpa permisi, ia merangkul pundak Arisha.
1026.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 532 kali sebagai madre
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status