MADU YANG BERACUN
Setelah beberapa saat, Embun menutup ponselnya dan menggenggam setir dengan erat, meredam nyeri dalam dada.
“Mereka menyebutnya madu,” kata Embun lirih lalu tersenyum miris. “Manis yang hanya dirasakan oleh lidah lelaki,” tambahnya. Matanya menerawang jauh.
“Bagi lelaki seperti Mas Lintang, memiliki lebih dari satu perempuan dalam hidup adalah sebuah kenikmatan. Dua pelukan, dua doa yang dipanjatkan untuknya, dan dia bangga.” Sebelah sudut bibir Embun tertarik, membentuk senyum sinis. Hatinya perih.