Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Salah Zaman

Pendekar Salah Zaman

“Anjir ternyata enak juga ya beginian.” Rangga langsung nyaut sambil buka bungkus kecil. “Nah tuh.” “Makanya jangan sok kuat gak bawa barang.” Dia mulai menabur sesuatu melingkar di sekitar tenda. Rendi nengok bingung. “Lu ngapain?” “Garam.” “Hah?” “Buat ular.” Agung langsung berhenti makan. “…efektif?”
10564 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
GAIRAH MASA LAJANG

GAIRAH MASA LAJANG

Sebuah pesan singkat melalui aplikasi WA masuk ke ponsel milik Grace yang saat itu berada di kantornya, Grace membukan pesan itu. “Kamu udah makan siang, Grace?” tanya ku dalam pesan WA itu. “Belum, aku masih sibuk mungkin ntar lagi.” balas Grace dalam pesannya yang ia kirimkan kembali kepada ku. “Aku barusan makan siang dengan pecel lele Mas Mul, rasanya luar biasa lezatnya, nanti malam kalau kamu ada waktu datanglah ke mari! Tempat usaha Mas Mul itu berada di depan show room kita,” ujar ku mengirim pesan kembali.
1032.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 887 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Gara-gara Jatah Mantan

Gara-gara Jatah Mantan

SAH Setelah satu kata itu terdengar, Flara dan Zaki melakukan ritual seperti sepasang pengantin pada umumnya. "Jangan pasang muka melasmu di sini. Tampakkan kebahagiaan seperti wanita-wanita lainnya saat menikah. Biar apa kamu sedih dan menunduk begitu? Supaya ada yang bertanya padamu? Lalu kamu menjelaskan bahwa kamu kemarin melakukan zina?" tanya Zaki di telinga Flara. Zaki berkata seperti itu dengan menggenggam tangan Flara. Hal itu ia lakukan hanya untuk memanipulasi orang yang melihat mereka.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
GARA-GARA MAHAR LIMA JUTA

GARA-GARA MAHAR LIMA JUTA

"Mas, kenapa sih kamu kok santai begitu? Aku takut kalau maharku di ambil Ibuku," kataku dengan perasaan galau. "Sudahlah, kamu tenang saja. Ibumu enggak akan bisa mengambil mahar dariku," jawab Mas Wawan dengan tenang. Aku membuka lemariku. Mahar yang terbuat dari kotak kayu itu sudah bergeser dari posisinya. Mulanya aku menaruhnya di baris paling atas lemariku. Namun kini berpindah di baris bawahnya.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Gara-Gara Utang

Gara-Gara Utang

"Halah, dicubit gitu aja masa' sakit sih." "Hehe, mami mau masak apa buat sarapan biar aku bantuin." "Nasi goreng aja biar cepet. Mami mau ke konveksi pagi-pagi. Mau ada yang pesen buat seragam arisan katanya." "Alhamdulillah, semoga rejeki Mami makin lancar ya, Mi." "Iya sayang, semua ini kan buat masa depan kamu juga." "Aku bantuin apa Mi?"
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Ikatan Tak Dirindu

Ikatan Tak Dirindu

Dan mencari nama ‘maranggi’. Sagara melonjak bahagia. Saat dia menemukan sebuah warung makan yang bertuliskan menu sate maranggi. Dia segera memarkir motoronya. “Satenya asli Purwakarta kan, Kang?” tanya Sagara kepada pramusaji di rumah makan itu. Bersambung
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 355 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Bittersweet

Bittersweet

"Makasih ma" Setelah Mara pergi dari dapur, mereka berdua menghabiskan makan siang mereka dengan cepat. Mereka sudah tidak sabar untuk bermain game di PS5 yang dimiliki Gara. Sehabis makan, mereka tidak lupa untuk mencuci dan membersihkan meja makan yang mereka gunakan, lalu pergi ke kamar Gara. "Cepetan idupin" perintah Nandara "Dih, apaan lo nyuruh-nyuruh gue!" sahut Gara sambil menjatuhkan badannya diatas kasur yang empuk.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

"Sudah sejak lama aku melarangmu menanam tanaman itu, tapi kau tidak pernah dengar. Pergilah, Garau. Kau akan segera mengerti apa maksud kata-kata abangmu ini saat kau melihat sendiri 'kegilaan' di atas sana." Suasana di mulut lereng menuju Desa Parombunan mendadak memanas. Debu berterbangan saat sebuah gerobak kuda yang dipacu kencang berhenti tepat di tengah kerumunan massa yang sedang antre membawa cabai goreng mereka. "Hei, bukankah itu Garau Sagala?!" seru salah satu warga desa tetangga. "Apakah Desa Martinju juga ikut menanamnya? Lihat tumpukan karung di gerobaknya!"
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Dosen Duda Kesayanganku

Dosen Duda Kesayanganku

ledek Argan. “Hmm ... Mas Argan pura-pura polos. Pasti lah nggak jauh-jauh dari urusan ranjang.” “Berarti Nara yang mesum. Maksud Mas tuh Nara menjerit keenakan makan martabak.” Tawa Nara meledak. “Masa iya makan martabak sampai menjerit keenakan?” Argan ikut tertawa. “Kan makannya deket-deket sama Mas.”
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Keturunan Terakhir Elite Global

Keturunan Terakhir Elite Global

“Tadi ada banner gambarnya martabak dengan tulisan 700 meter!” Sang pelayan diam sejenak, lalu menggeleng cepat dan mengernyit. “Ha?” “Martabak, Felix! Martabak!” Elite global itu memperlihatkan hasrat menggebu di wajah ovalnya. “Makanan garing pengusir penat yang dikasih acar timun supaya tambah mantap!” “Elite global mana yang melakukan hal segila tadi demi martabak?!”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status