Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cindaku Sang Penguasa

Cindaku Sang Penguasa

Sang kakak menyiapkan bahan untuk membuat makanan, sedangkan sang adik bertugas untuk membuat api. Ashoka memanggang daging rusa kering itu sembari menabur garam supaya lebih berasa. Askara hanya diam melihat apa yang dilakukan kakaknya. "Kau tidak sayang dengan garamnya? Kita bisa beli kapak baru dengan garam itu."
1019.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 525 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Martabak Setan

Martabak Setan

Martabak Setan Part 2 : Gara-Gara Martabak "Semoga ini cuma mimpi, hiks ...." Zilga mengusap wajahnya yang basah karena air mata dengan kedua tangan. "Awww, sakit. Ternyata ini bukan mimpi." Ia meringis kala mencubit pipinya.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dia bertanya, "Tua Bangka, kamu kenal tulisan ini?" "Aku juga nggak terlalu mahir dalam bahasa Mangaria, tapi aku kenal sedikit. Biar kulihat." Nazar menatap rangkaian huruf Mangaria itu sejenak. Tiba-tiba, tubuhnya bergetar. Dia lalu berkata, "Gerbang Abadi Perunggu, siapa pun yang masuk tanpa izin akan mati!"
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42.4K kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Ah! Mau Lagi Dong, Bang Ucup

Ah! Mau Lagi Dong, Bang Ucup

Ia melangkah masuk ke dalam mobil, menghirup aroma kulit yang mahal dan wangi parfum mobil yang menyegarkan. Perjalanan terasa singkat. Mobil itu berhenti di depan sebuah salon pria yang terlihat sangat eksklusif. Papan namanya bertuliskan "The Gent's Grooming Lounge" dengan huruf-huruf emas yang elegan. Ucup merasa seperti masuk ke dunia yang berbeda.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Musuh Tapi Menikah

Musuh Tapi Menikah

"Apa lo hah! ngatain kakak sendiri kecoa bunting, gak sopan tau gak?! Terus itu juga jalan di mana-mana juga pake kaki kali, bukan pakai mata. Oh lo bilang tadi jalan pakai mata kan? Coba lo praktek kin pengen lihat gue kaya apa sih kalau jalan pakai mata?" Skak Mat. Gara kini hanya terdiam, benar juga kata kakaknya. Masa iya jalan pake mata, gimana caranya coba? Kan mata untuk melihat bukan untuk jalan. Aturan tadi Gara bilang kalau jalan tuh lihat-lihat. Itu baru bener. Tapi Gara cuma ikut-ikutan bahasa alay ABG jaman now. Jadi, dia nggak terlalu salah kan?
1030.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 883 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg

ancamku "Iya Dek. Gak mungkin Mas merusak pernikahan kita."jawabnya. "Oh iya Dek. Mulai besok, Mas ajari kamu nyetir mobil. Sayang mobilmu di anggurin terus di garasi."ucapnya. "Iya Mas."jawabku. Setelah itu Mas Seno ijin masuk ke kamar. Sedangkan aku membersihkan meja makan dan mencuci peralatan makan.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

Saat nasi itu menyentuh lidahnya, ia merasakan ledakan energi yang membuatnya ingin berteriak, namun di saat yang sama, pikirannya menjadi sangat jernih seperti air danau di pagi hari. "Terima kasih, Kak Raka," ucap Marco sambil berdiri. Tubuhnya yang raksasa tampak bergetar pelan karena kekuatan yang meluap. "Aku akan menghancurkan Gorthak itu dalam satu tebasan, lalu kita bisa pulang untuk makan iga bakar." Raka menepuk pundak Marco. "Hajar saja. Tapi ingat, jangan rusak arenanya terlalu parah, Kepala Sekolah—maksudku Ayahmu—bisa pusing memikirkan biaya perbaikannya."
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Marlon Menantu Terhebat

Marlon Menantu Terhebat

tegas Marlon sambil membuang pandangannya ke arah samping karena dia tahu wanita di depannya sedang menggodanya dengan menempelkan bagian dadanya yang besar ke pintu besi di depannya. “Tentu saja karena aku kangen ingin melihat wajahmu yang tampan itu, ditambah lagi barusan aku sudah melihat senjata yang kamu miliki, sekarang kamu tahu sendiri lah bagaimana perasaanku sekarang,” ucap Mawar sambil tersenyum nakal pada Marlon. “Omong kosong yang kamu ucapkan itu... lebih baik pergi saja kamu kalau tidak ada hal penting yang ingin kamu katakan,” tegas Marlon sambil membalikan badanya bermaksud meninggalkan Mawar.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Mas Ganteng

Mas Ganteng

Opung tampak berpikir. “Jangan nasi goreng lagi, ya. Aku udah bosen.” Gerta menyeringai gemas. Mendengar itu, Opung hanya tertawa. “Nasi goreng adalah salah satu makanan kesukaan Opung, Gerta. Terlebih nasi goreng buatan kamu sangat mirip dengan nasi goreng buatan almarhum.” Gerta tersenyum. “Jelas dong, Opung. Kan yang ngajarin aku buat nasih goreng Uti.”
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
GARA - GARA KAKAK IPAR

GARA - GARA KAKAK IPAR

ejek Laura sambil tertawa mengejek. Desya hanya terdiam mendengarnya dan mengepalkan kedua telapak tangannya. "Aku tidak pernah menyangka, bahwa hidupmu akhirnya terkena karma. Miris sekali, bahkan sampai harus mengemis cinta dari adik iparmu sendiri," tambah Malvin dengan penuh dendam. "Kau begitu bahagia saat ini menghinaku, Malvin?" "Tentu saja aku bahagia, terlebih karena aku bisa menyaksikan sendiri tentang orang yang pernah menyakitiku dan akhirnya mendapatkan balasan yang sesuai. Bahkan seharusnya lebih dari semua itu," balas Malvin dengan tegas.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status