Take a Chance with Me!
“… menunggu seseorang, menunggu kapan pulang sekolah, menunggu kapan lulus, kapan masuk kuliah, kapan ke sini, kapan ke situ. Yang jelas, hidup ini habis cuma untuk menunggu. Iya kan?”
Aya mengerjap mata sesaat. Bibirnya tersenyum ringan. “Ehm…iya sih, Dit. Tapi buatku, menunggu itu seperti fase hidup spesial yang diberi Tuhan buat kita. Dari menunggu, kita tahu leganya bertemu seseorang yang kita tunggu sekian lama. Tahu betapa bahagianya saat bisa lulus gemilang dan kuliah di tempat mentereng. Juga tahu gimana sedihnya saat kita gagal ke sini atau ke situ. Perasaan seperti yang kita dapatkan karena menunggu, Dit.”
Bibir Adit meliuk. Nah, betul kan! Cuma Aya yang bisa menimpali perkataanny
Bab Populer