Berpisah Untuk Kembali
tatap Alga begitu intens pada Hana.
“Hm ….” Hana tidak bisa membalas tatapan itu, tatapan yang seolah akan menerkamnya.
“Han, boleh?” Hana menyatukan kedua alisnya. “Boleh menunaikan kewajiban suami istri malam ini, di malam pertama pernikahan kita? Meski ini bukan pertama kali untuk kita, tapi tetap saja akan menjadi yang pertama di malam pernikahan kita. Aku ingin seperti orang lain yang tetap menunaikannya di malam pertama. Biar malam ini menjadi malam yang berkesan dan tak terlupakan seumur hidup kita.” Hana mengangguk malu, wajahnya sudah semerah tomat. “Kita sholat dulu yuk!” Hana kembali mengangguk. Lantas mereka pun mengambil air wudhu serta menjalankan sholat sunah sebelum melakukan