Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Satu Malam Bersama Adik Suamiku

Satu Malam Bersama Adik Suamiku

Ia tahu itu salah, tapi ia juga tahu bahwa di sana, ia menemukan sesuatu yang telah lama hilang—sebuah rasa yang selama ini ia cari. Langit malam gelap sempurna, tanpa bintang. Hanya ada angin lembut yang menyelusup melalui celah-celah jendela, membawa dingin yang samar, seperti perasaan yang menggantung di antara Ayla dan Adrian malam itu. Di ruang tamu yang temaram, lampu kuning kecil menyala redup, menciptakan bayangan panjang di dinding. Waktu seperti melambat, membuat setiap detik terasa lebih panjang dari biasanya.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai malam semakin larut
Baca
+Pustaka
Malam Panas Dengan Mantan Suami

Malam Panas Dengan Mantan Suami

Aku balik bertanya, agak ragu. "Pasti ada lah, Pak. Masa nggak ada." Akmal menjawab dengan yakin. "Kalau yang dioles begitu… perih nggak kira-kira, Mal?" Aku penasaran, bayangan rasa perih itu tiba-tiba muncul dalam benakku. "Perih gimana maksudnya, Pak?" Akmal tampak tidak paham. "Maksudnya, pas dioles ke bu rungnya itu, ada efek perihnya nggak?" Aku menjelaskan lebih detail.
10284.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.8K kali sebagai malam semakin larut
Baca
+Pustaka
Jebakan Cinta sang CEO

Jebakan Cinta sang CEO

Saat meneguk minuman itu, muncul suatu bayangan aneh di dalam kepalaku, seperti memori yang sudah aku lupakan. “Aku tidak mempermasalahkan kejadian kemarin. Tapi lain ceritanya jika menyangkut apa yang kamu lakukan tadi malam.” Pak Malik menatap lurus ke arahku. “Setelah aku memberikan boneka aneh yang ditempel foto lelaki Korea itu, kamu mengajak untuk minum anggur bersama. Anggur yang kamu minum cukup banyak sehingga kesadaran menurun dan bicaramu jadi kacau.”
1028.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 647 kali sebagai malam semakin larut
Baca
+Pustaka
Malam Terakhir Dengan Suamiku

Malam Terakhir Dengan Suamiku

"Halo? Maaf mengganggu." Alya menoleh dan mendapati seorang pria dengan rambut kelimis sedang tersenyum ramah kepadanya. Meski pria itu berusaha membuat wajahnya segar, tapi Alya bisa mengetahui kalau pria itu cukup berantakan. Wajahnya kusam, dan lingkaran hitam memenuhi matanya. Seperti seseorang yang tidak tidur beberapa hari. Giginya kuning dengan bopeng memenuhi pipinya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai malam semakin larut
Baca
+Pustaka
Mendapatkan Hati Suamiku

Mendapatkan Hati Suamiku

sambungnya yang masih dalam keadaan mabuk. Lusi berjalan terhuyung-huyung menuju Malik yang berada di dekat pintu masuk rumahnya. Tiba-tiba wanita penggoda itu hampir terjatuh dan dengan segera Malik menghampirinya dan menangkapnya. “Kamu kenapa mabuk-mabukan sih, kan aku udah bilang kamu jangan minum kalau enggak ada aku. Kamu itu nggak kuat mabuk,” cetus Malik.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai malam semakin larut
Baca
+Pustaka
Gelora Cinta Cassanova Impoten

Gelora Cinta Cassanova Impoten

ucap Bramono. Bramono malam itu dengan kesedihan yang mendalam, menghabiskan waktu bersama teman-temannya, menikmati minuman yang akan membuat mereka melupakan masalah mereka, walau hanya untuk sesaat. Bramono malam itu pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, dia melihat ke arah Mala yang sedang tertidur di atas tempat tidur., lalu berjalan dengan sempoyongan menghampiri Mala.
11.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 405 kali sebagai malam semakin larut
Baca
+Pustaka
Si Buta Dari Sungai Ular

Si Buta Dari Sungai Ular

Setelah melakukan semadi untuk beberapa saat, tubuhnya pun terasa segar. Malam kian beranjak. Bumi pun kian diterangi cahaya putih keperakan sang dewi malam. Peramal Maut tak mau peduli. Meski luka dalamnya berangsur-angsur sembuh, tapi ia masih tenggelam dalam semadinya. Kedua kelopak matanya terpejam dengan telapak tangan memegang lutut. Di puncak semadinya, mendadak hidung Peramal Maut mencium bau busuk yang bukan kepalang. Bahkan hampir membuat lelaki tua ini muntah dengan perut mual.
1053.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai malam semakin larut
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
INovel terbaru saya PENDEKAR KERA SAKTI Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Baca Semua Ulasan
Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku

Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku

Bima menatap gelas di tangannya. Buih halus sparkling wine non-alkohol itu pecah perlahan, memantulkan cahaya temaram dari lampu duduk di ruang kerjanya yang elegan. Minuman tanpa memabukkan itu aneh—seharusnya tidak memengaruhi kejernihan pikiran, tapi malam ini, setiap tegukannya terasa seperti racun yang kian menumpulkan batas nuraninya, menyeretnya semakin dalam ke pusaran rasa bersalah. Ruangan sunyi, hanya suara putaran pendingin udara yang monoton menemani malam-malam penuh pergulatan batin yang tak berujung.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai malam semakin larut
Baca
+Pustaka
Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku

Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku

Kami berbincang hingga larut malam, setelah kedua netra terasa berat barulah kami masuk dalam peraduan untuk menjemput hari esok. (Bersambung) SELAMAT MEMBACA BUNDA🥰🙏
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai malam semakin larut
Baca
+Pustaka
KASAM (Pulang Untuk Tenang)

KASAM (Pulang Untuk Tenang)

Sebulir air mata jatuh mengenai salah satu kuncup sedap malam. Antara benar dan tidak benar, di bagian kuncup itu, perlahan sedap malam membuka kelopaknya. Hanya di bagian yang terkena air mata. Mala melotot. Kepalanya tak bisa mencerna apa yang sedang dilihatnya. "Mati." "Ha?" Mala menatap Bu Lis seperti orang linglung. Fokusnya terpecah. "Apa mati? Siapa mati?"
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai malam semakin larut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status