Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Malam Terlarang Bersama Paman

Malam Terlarang Bersama Paman

jerit Nada frustasi. Kepingan piringan hitam dari memori kelam Nada, perlahan menyatu kembali. Ibarat sebuah kaset usang, setiap momen mengerikan itu perlahan muncul ke permukaan. Nada bisa mengingat bagaimana pamannya itu merenggut kesuciannya di malam terlarang. “Nada, kamu sedang tidak asal bicara, kan?”Adrian masih mencoba untuk menampik setiap ucapan Nada.
9.853.5K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as malam semakin larut
Read
+Library
Malam yang panas

Malam yang panas

“Kalau kamu masih mau aku, kamu bisa punya semuanya.” Dan malam itu, lagi-lagi mereka tidak terburu-buru. Tapi kedekatan mereka semakin tak bisa dibendung. Ketika mereka kembali ke sofa, tangan mereka saling mencari dengan gelisah yang manis. Tidak langsung, tapi terus-menerus. Bahu menyentuh dada, jari menyusuri punggung tangan, kepala bersandar ke dada. Ciuman kembali hadir, kali ini lebih dalam. Lebih panas.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as malam semakin larut
Read
+Library
Satu Malam Bersama Dosen Tampan

Satu Malam Bersama Dosen Tampan

Bayangan samar, lampu berkelip, dentuman musik, dan wajah seorang gadis dalam kabut alkohol. Namun yang paling mengganggunya adalah kenyataan bahwa wajah itu tidak pernah jelas di ingatannya. Setiap kali ia mencoba mengingat, gambarnya selalu kabur—seolah diselimuti kabut tebal. Tidak ada bentuk pasti, tidak ada nama yang bisa dihubungkan. Meski wajah gadis malam itu tak pernah benar-benar jelas dalam ingatannya, tapi cukup terasa hidup untuk membuatnya resah.
810 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as malam semakin larut
Read
+Library
Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku

Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku

Aroma parfum yang sangat familiar tercium samar. “Sudah lewat tengah malam kalian belum tidur?”
10103.9K viewsCompletedAdded to Library 3.7K Times as malam semakin larut
Read
+Library
Kebangkitan Klan Phoenix

Kebangkitan Klan Phoenix

Ia menyesap minumannya perlahan, merasakan kehangatan yang menjalar di tubuhnya. Saat malam semakin larut, beberapa kurcaci mulai tertidur di tempat mereka duduk, mendengkur keras dengan gelas masih tergenggam di tangan. Yang lain masih bernyanyi, meski suara mereka mulai serak dan lirik semakin tidak jelas.
109.5K viewsCompletedAdded to Library 200 Times as malam semakin larut
Read
+Library
Biar Kutanggung Dosa Malam Itu

Biar Kutanggung Dosa Malam Itu

Dengan mudahnya aku menyerahkan kehormatanku pada lelaki yang belum halal untukku. Dengan mudahnya aku mencicipi kemanisan yang bersifat sesaat karena bujuk rayu mantanku. Pikiranku begitu kalud, kepala terasa pusing, perut juga terasa sakit, dan pemandanganku seketika kabur. Aku tak tahu apa yang terjadi. Aku juga tak tahu berapa lama aku dalam kegelapan itu. Hanya saja, bau minyak kayu putih terasa menyengat olehku.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 53 Times as malam semakin larut
Read
+Library
Takhta Takdir

Takhta Takdir

Malam semakin mencekam, bulan merah samar-samar mulai terlihat tergantung di langit. Hujan yang awalnya gerimis menjadi begitu deras dan dengan kabut yang semakin menebal, visi seseorang menjadi terbatas.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as malam semakin larut
Read
+Library
NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

"Ya kalau gitu gue tinggal nunggu undangannya aja. Lagian kenapa sih elo nggak suka sama Ratu, yah, meskipun dia penyakitan tapi seenggaknya dia cantik." Sam menghela napas dan duduk di depan Akmal menumpukan kedua telapak tangannya ke belakang di semen lapangan membiarkan saja panas matahari membakar kulitnya. "Bukan tentang penyakitnya atau cantiknya tapi ini soal hati Mal." Akmal tertawa dan menggelengkan kepala. "Melankolis banget lo kayak badboy-badboy di cerita w*****d." Sam terbahak, "Lo baca begituan? Really?"
9.88.1K viewsCompletedAdded to Library 323 Times as malam semakin larut
Read
+Library
Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

“Huh!” Malam semakin larut. Satu persatu dari mereka mulai tumbang. Radeva sudah tergeletak di lantai dengan mulut terbuka, mendengkur cukup keras hingga senior di sampingnya bergeser menjauh tanpa bangun.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as malam semakin larut
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status